Monev BUMDes Biting: Budidaya Jamur Tiram Jadi Andalan Ketahanan Pangan Desa
- 08 Mei 2026
- Dibaca 98 Kali
Bagikan Via:
Monev BUMDes Biting: Budidaya Jamur Tiram Jadi Andalan Ketahanan Pangan Desa
JEMBER, 08 MEI 2026 – Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis desa terus digencarkan Pemerintah Kecamatan Arjasa. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Biting yang mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai komoditas unggulan.
Kegiatan monev pada Rabu, 06 Mei 2026, ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping desa, serta pengelola BUMDes Biting. Fokus utamanya adalah diskusi dalam mengenai proses budidaya jamur tiram, mulai dari pengolahan media tanam, perawatan, hingga distribusi hasil panen.
Budidaya jamur tiram yang dikelola BUMDes Biting dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Selain mudah dibudidayakan, jamur tiram juga memiliki nilai gizi tinggi serta permintaan pasar yang stabil. Hal ini menjadikan usaha tersebut tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Sekretaris Kecamatan Arjasa, Satriyo, S.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan BUMDes Biting. Ia menilai bahwa pengelolaan yang baik serta semangat kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BUMDes Desa Biting yang mampu mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai bagian dari ketahanan pangan desa. Ini merupakan contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Satriyo menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini tidak hanya bertujuan untuk menilai capaian program, tetapi juga sebagai sarana pembinaan agar pengelolaan BUMDes semakin profesional dan berkelanjutan.
“Melalui monev ini, kami ingin memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai rencana serta memberikan dampak nyata. Harapannya, budidaya jamur tiram ini bisa terus berkembang, baik dari segi produksi maupun pemasaran,” tambahnya.
Kepala Desa Biting juga menyampaikan bahwa budidaya jamur tiram ini melibatkan masyarakat setempat, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga. Selain itu, produk jamur tiram hasil BUMDes juga mulai dipasarkan ke berbagai wilayah di sekitar Kecamatan Arjasa.
Dengan adanya kegiatan monev ini, diharapkan BUMDes Biting dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produksinya. Budidaya jamur tiram pun diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Arjasa berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendorong pengembangan BUMDes di wilayahnya agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berdaya saing dan berkelanjutan. (aza)