logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Home Care Desa Slateng, Pelayanan Kesehatan Jemput Bola Sasar 77 Warga Rentan

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 50 Kali
Bagikan Via:
home-care-desa-slateng-pelayanan-kesehatan-jemput-bola-sasar-77-warga-rentan-20260814

Home Care Desa Slateng, Pelayanan Kesehatan Jemput Bola Sasar 77 Warga Rentan

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kecamatan Ledokombo bersama UPTD Puskesmas Ledokombo terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis jemput bola melalui kegiatan Home Care di Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Program tersebut menyasar langsung warga yang membutuhkan perhatian dan akses layanan kesehatan, khususnya kelompok masyarakat rentan yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

Kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, dengan menyambangi rumah-rumah warga di wilayah Desa Slateng. Kegiatan berada di bawah tanggung jawab dr. Andi Maulana, Kepala Puskesmas Ledokombo, serta mendapat pendampingan langsung dari Camat Ledokombo Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si.

Sebanyak 77 warga menjadi sasaran pelayanan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah kelompok yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, yakni lansia sebatangkara, penyandang disabilitas, balita stunting, ibu hamil risiko tinggi, serta penderita penyakit kronis.

Pelibatan kelompok rentan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak semata-mata berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga diarahkan pada upaya proaktif untuk menemukan dan menangani persoalan kesehatan sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan didukung oleh 20 tenaga medis Puskesmas Ledokombo, 15 kader kesehatan Desa Slateng, serta 11 mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Slateng. Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi kekuatan penting dalam memastikan pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran.

Camat Ledokombo Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa Home Care merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan, harus mampu hadir mendekati masyarakat. Tidak semua warga memiliki kondisi dan kemampuan yang memungkinkan mereka datang langsung ke fasilitas kesehatan. Karena itu, melalui Home Care, kita mendatangi mereka dan memastikan bahwa kelompok rentan tetap mendapatkan pemeriksaan serta perhatian yang layak,” ujar Nino.

Menurutnya, keberadaan lansia sebatangkara, penyandang disabilitas, balita dengan risiko stunting, ibu hamil risiko tinggi, maupun masyarakat dengan penyakit kronis membutuhkan perhatian berkelanjutan. Pemerintah kecamatan, desa, puskesmas, kader kesehatan, serta berbagai unsur pendukung perlu membangun koordinasi agar persoalan kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti secara tepat.

“Yang paling penting bukan hanya memberikan obat, tetapi juga memastikan kondisi warga terpantau. Ketika ditemukan persoalan kesehatan, maka harus ada tindak lanjut. Dengan demikian, pelayanan kesehatan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ledokombo dr. Andi Maulana menegaskan bahwa kegiatan Home Care menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Pemeriksaan secara langsung di rumah memungkinkan petugas memperoleh gambaran kondisi pasien secara lebih menyeluruh, termasuk lingkungan dan dukungan keluarga yang tersedia.

“Home Care memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan secara langsung kepada warga yang memiliki keterbatasan akses. Selain pengobatan, kami juga melakukan deteksi dini dan memberikan edukasi kesehatan sesuai dengan kondisi masing-masing sasaran,” jelas Andi.

Ia menambahkan, keterlibatan kader kesehatan juga memiliki peran strategis karena kader merupakan salah satu ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Informasi dari kader dapat membantu tenaga kesehatan memetakan warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. (yus)

Galeri Foto