logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Home Care di Kecamatan Patrang, Sasar Lansia hingga Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Bayi Stunting

  • 04 September 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
home-care-di-kecamatan-patrang-sasar-lansia-hingga-ibu-hamil-risiko-tinggi-dan-bayi-stunting-20260904

Home Care di Kecamatan Patrang, Sasar Lansia hingga Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Bayi Stunting

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 - Pemerintah Kecamatan Patrang terus memperkuat pelayanan kesehatan yang dekat, cepat, dan tepat sasaran melalui program Home Care. Program prioritas Bupati Jember, Muhammad Fawait, tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendekatkan layanan medis sekaligus memperkuat pemerataan akses kesehatan bagi seluruh warga.

Implementasi program jemput bola ini kembali digelar di wilayah Kecamatan Patrang pada Jumat, 04 September 2026, melalui kunjungan langsung dari rumah ke rumah. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Camat Patrang, Musyaffa, bersama Kepala Puskesmas Banjarsengon, Driana Desy Purwiningsih.

Aksi lapangan ini turut melibatkan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Lurah Banjarsengon, Lurah Bintoro, Lurah Jumerto, Tim Home Care Puskesmas Banjarsengon, Layanan Respons Terpadu (LRT), perangkat lingkungan, serta Tim PPID. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan pelayanan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan medis, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan warga.

Kunjungan diawali di Lingkungan Perbal, Kelurahan Bintoro, dengan sasaran warga lanjut usia (lansia) tunggal dan penderita penyakit menahun. Suningrat (81), lansia yang mengeluhkan sakit kaki dan perut, menerima pemeriksaan medis serta pengobatan langsung setelah terdiagnosis mengalami hipertensi. Tim juga mendata kondisi tempat tinggalnya yang kurang layak dan minim fasilitas sanitasi.

Masih di lokasi yang sama, tim medis memberikan penanganan kepada Tani, penderita penyakit menahun yang mengeluhkan sakit kepala. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia didiagnosis mengidap hipertensi dan langsung mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Rombongan kemudian bergerak ke Lingkungan Jumerto Lor, Kelurahan Jumerto, untuk menyasar Dina, seorang penyandang disabilitas tunawicara. Setelah mengeluhkan nyeri perut, ia didiagnosis mengalami dispepsia. Layanan ini menjadi wujud nyata pemenuhan hak kesehatan bagi kelompok disabilitas.

Kunjungan dilanjutkan ke Kelurahan Banjarsengon dengan sasaran dua ibu hamil berisiko tinggi, yakni Elisatul Munawaroh dan Harifatul Ilmia. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pemantauan ketat dilakukan guna mencegah risiko kesehatan pada ibu maupun janin.

Sasaran terakhir adalah seorang bayi bernama Naqsya Damira Salsabila yang teridentifikasi mengalami stunting. Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan berkala serta mengurus pengajuan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) demi menjamin keberlanjutan akses layanannya.

Camat Patrang, Musyaffa, menegaskan bahwa Home Care merupakan bukti hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun ekonomi dalam mengakses fasilitas kesehatan.

"Karena melalui pendekatan langsung ini, tenaga kesehatan dapat memetakan kondisi warga secara menyeluruh, mulai dari riwayat penyakit hingga sanitasi lingkungan. Hal tersebut juga memungkinkan adanya intervensi lanjutan yang dilakukan secara akurat dan berkelanjutan," jelasnya.

Program Home Care di Kecamatan Patrang diharapkan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang humanis dan inklusif sejalan dengan semangat "Jember Baru, Jember Maju". (naf)

Galeri Foto