Bunga Desaku di Sumberbaru, Gus Fawait Hadirkan Layanan Pemerintah dan Perkuat Sinergi Penanganan Perumahan
- 10 Agustus 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku di Sumberbaru, Gus Fawait Hadirkan Layanan Pemerintah dan Perkuat Sinergi Penanganan Perumahan
JEMBER, 9 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sumberbaru, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, pada Minggu (9/8/2026) dan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait).
Bunga Desaku menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Jember untuk menghadirkan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat. Melalui program ini, desa tidak hanya menjadi lokasi kegiatan pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memperoleh informasi program pemerintah, serta mendapatkan akses pelayanan secara lebih dekat.
Kehadiran pemerintah secara langsung di desa dinilai penting agar berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat. Dengan turun ke lapangan, pemerintah dapat mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus mencari solusi bersama.
Pelaksanaan Bunga Desaku di Desa Sumberbaru juga menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya di sektor perumahan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Dr. Sri Haryati, S.Pi., M.Si. Kehadiran pejabat pemerintah pusat ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam penanganan persoalan perumahan dan peningkatan kualitas hunian masyarakat. Kementerian PKP sendiri menempatkan Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan perumahan perkotaan.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan perumahan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Berbagai kebutuhan di lapangan, termasuk peningkatan kualitas hunian dan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), membutuhkan koordinasi agar program yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi percepatan penanganan kebutuhan perumahan masyarakat. Kolaborasi lintas pemerintahan menjadi penting agar persoalan yang ditemukan di tingkat desa dapat diteruskan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan maupun pelaksanaan program pemerintah.
Bagi Gus Fawait, Bunga Desaku merupakan bagian dari upaya membangun pola pemerintahan yang tidak berjarak dengan masyarakat. Pemerintah tidak cukup hanya bekerja melalui perencanaan dan administrasi di kantor, tetapi juga perlu melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.
Melalui kehadiran kepala daerah beserta jajaran perangkat daerah di desa, berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui secara lebih nyata. Mulai dari kebutuhan pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, sosial, infrastruktur, hingga kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang layak.
Konsep tersebut sejalan dengan tujuan utama Bunga Desaku, yakni membawa pelayanan dan pemerintahan lebih dekat kepada masyarakat. Warga memiliki kesempatan untuk menyampaikan persoalan secara langsung tanpa harus selalu datang ke pusat pemerintahan di tingkat kabupaten.
Kegiatan di Desa Sumberbaru, Kecamatan Sumberbaru ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan komunikasi dua arah. Pemerintah menyampaikan program dan pelayanan, sementara masyarakat memberikan masukan mengenai kondisi serta kebutuhan yang mereka hadapi sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Penny Artha Medya, SE., AK. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan jajaran Sekretariat Daerah dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik di tengah masyarakat.
Bagian Organisasi memiliki peran dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan agar berjalan secara efektif dan terarah. Kehadiran jajaran Sekretariat Daerah dalam Bunga Desaku sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam memastikan program pemerintah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bunga Desaku pada akhirnya bukan sekadar agenda kunjungan kepala daerah ke desa. Program ini menjadi wadah untuk mengintegrasikan pelayanan, menyerap aspirasi, melihat persoalan secara langsung, serta mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah.
Kehadiran Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Dr. Sri Haryati, S.Pi., M.Si., dalam Bunga Desaku di Sumberbaru juga memperkuat pesan bahwa pembangunan perumahan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan sinergi tersebut, berbagai persoalan perumahan di daerah diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait terus mendorong pemerintahan yang lebih dekat, responsif dan hadir langsung di tengah masyarakat. Dari desa, pemerintah mendengar aspirasi; dari sinergi lintas pemerintahan, berbagai solusi diupayakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. (Zee)