logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Home Care DPMPTSP Sasar Enam Warga Kelurahan Banjarsengon, Pemerintah Hadir Langsung ke Rumah

  • 04 September 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
home-care-dpmptsp-sasar-enam-warga-kelurahan-banjarsengon-pemerintah-hadir-langsung-ke-rumah-20260904

Home Care DPMPTSP Sasar Enam Warga Kelurahan Banjarsengon, Pemerintah Hadir Langsung ke Rumah

JEMBER - Pagi itu, pelayanan pemerintah tidak berlangsung di balik meja kantor. Tim justru bergerak menyusuri permukiman warga di Kecamatan Patrang, mendatangi rumah-rumah yang menjadi sasaran program Home Care.

Pada Jumat, 4 September 2026, Pemerintah Kabupaten Jember melalui tim Home Care kembali memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Banjarsengon. Sebanyak enam warga menjadi sasaran kunjungan, dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember, Camat Patrang, Kepala Puskesmas Banjarsengon, Lurah Banjarsengon, Lurah Bintoro, Lurah Jumerto, tim Home Care Puskesmas Banjarsengon, LRT, perangkat lingkungan, serta Tim PPID.

Kunjungan pertama menyasar Suningrat, seorang lansia tunggal yang tinggal di Lingkungan Perbal, Kelurahan Bintoro. Di tengah kondisi rumah yang tidak layak dan keterbatasan fasilitas, Suningrat mendapat pemeriksaan dan pengobatan setelah mengeluhkan sakit pada kaki dan perut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya hipertensi.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, tim juga mengunjungi Tani, warga dengan penyakit menahun yang mengalami keluhan sakit kepala. Pemeriksaan menunjukkan kondisi hipertensi. Selain mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan warga mendapatkan akses pelayanan yang dibutuhkan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Kelurahan Jumerto. Di sana, tim mendatangi Dina, penyandang disabilitas tuna wicara yang mengalami nyeri perut. Setelah dilakukan pemeriksaan, Dina didiagnosis mengalami dispepsia dan mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, di wilayah Kelurahan Banjarsengon, perhatian diberikan kepada dua ibu hamil risiko tinggi, yakni Elisatul Munawaroh dan Harifatul Ilmia. Keduanya menjalani pemeriksaan dan teridentifikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Meski tidak menyampaikan keluhan, kondisi tersebut tetap membutuhkan pemantauan agar kesehatan ibu dan kehamilan dapat terjaga.

Sasaran terakhir adalah Naqsya Damira Salsabila, seorang balita yang teridentifikasi mengalami stunting. Tim melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi kesehatan anak mendapat perhatian. Untuk kebutuhan jaminan kesehatan, pengajuan UHC juga sedang diproses.

Bukan hanya persoalan kesehatan yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Tim turut melihat kondisi tempat tinggal, ketersediaan sanitasi, akses air bersih, serta kelengkapan administrasi kependudukan dan kepesertaan jaminan kesehatan masing-masing warga.

Hal ini menunjukkan bahwa Home Care tidak sekadar menjadi layanan kesehatan dari rumah ke rumah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Jember, Rachminda Iskandarian, S.E., mengatakan keterlibatan lintas sektor dalam Home Care penting agar persoalan masyarakat dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

“Home Care ini bukan hanya tentang kesehatan. Ketika kita datang langsung ke rumah warga, kita bisa melihat kebutuhan mereka secara utuh, mulai dari kondisi kesehatan, administrasi kependudukan, jaminan kesehatan, hingga kondisi tempat tinggal dan kebutuhan pelayanan lainnya,” ujar Rachminda.

Menurutnya, pola pelayanan dengan mendatangi langsung masyarakat merupakan bentuk upaya pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan perhatian dan pelayanan.

“Kami ingin pelayanan pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat. Dengan turun langsung, persoalan yang mungkin tidak terlihat dari balik meja bisa kita temukan dan kemudian dikoordinasikan bersama untuk mendapatkan solusi,” lanjutnya.

Kunjungan Home Care di Kecamatan Patrang menjadi gambaran bahwa pelayanan publik tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke kantor. Dalam kondisi tertentu, pemerintahlah yang harus datang, mengetuk pintu rumah warga, melihat kebutuhannya, dan memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang semestinya.

Sebab, bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses, hadirnya pemerintah secara langsung bukan sekadar kunjungan, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan kepastian bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Galeri Foto