Home Care Jelbuk Jemput Bola, Sasar Tokoh Masyarakat hingga Pesantren
- 23 September 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Home Care Jelbuk Jemput Bola, Sasar Tokoh Masyarakat hingga Pesantren
JEMBER, 23 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Jelbuk bersama Tim Kesehatan Puskesmas Jelbuk kembali menjalankan layanan Home Care secara jemput bola, Selasa 22 September 2026. Kali ini, layanan kesehatan tersebut menyasar sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Jelbuk, termasuk pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Duror, Desa Suger Kidul, serta penerima manfaat di Misbahul Ulum, Desa Sukojember.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Petugas kesehatan mendatangi langsung lokasi penerima manfaat untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan.
Camat Jelbuk Ajib, S.IP., turut mendampingi pelaksanaan layanan Home Care bersama Tim Kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kehadiran pemerintah kecamatan dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah wilayah dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Program Home Care merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait. Program ini mengusung konsep pelayanan kesehatan jemput bola dengan menghadirkan tenaga kesehatan secara langsung ke rumah atau tempat tinggal warga yang membutuhkan. Pemkab Jember menyebut program tersebut diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan.
Camat Ajib mengatakan, pelaksanaan Home Care di wilayahnya tidak hanya menjadi layanan kesehatan, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Melalui Home Care, kami ingin memastikan pelayanan kesehatan benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat. Pemerintah tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, tetapi berupaya mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ajib.
Menurut dia, sasaran layanan kali ini memiliki nilai tersendiri karena menyambangi tokoh masyarakat dan lingkungan pesantren. Selain menjaga hubungan baik dengan masyarakat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memastikan kondisi kesehatan para tokoh yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Kecamatan Jelbuk.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jelbuk, Marchus Rovida, menjelaskan bahwa tenaga kesehatan dalam layanan Home Care melakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
“Pelayanan Home Care kami lakukan secara langsung dengan melihat kondisi penerima manfaat. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan apabila ditemukan keluhan atau masalah kesehatan,” jelasnya.
Marchus menambahkan, pendekatan jemput bola menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan. Dengan mendatangi langsung masyarakat, tenaga kesehatan dapat melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kesehatan secara lebih dekat kepada penerima manfaat dan keluarga.
Salah satu penerima manfaat, Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Duror, Desa Suger Kidul, KH. Ali Wafa, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang datang langsung ke masyarakat memberikan kemudahan sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesehatan warga.
“Kami berterima kasih atas kunjungan dan pelayanan kesehatan yang diberikan. Ini merupakan bentuk perhatian yang sangat baik karena tenaga kesehatan dan pemerintah datang langsung untuk melihat kondisi masyarakat,” ungkapnya.
Pelaksanaan Home Care di Kecamatan Jelbuk juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang lebih dekat dan responsif. Pemerintah Kabupaten Jember sebelumnya menegaskan bahwa layanan ini diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, serta unsur pendukung lainnya.
Melalui layanan Home Care, Pemerintah Kecamatan Jelbuk bersama Puskesmas Jelbuk terus mendorong agar akses pelayanan kesehatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Kegiatan jemput bola diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi menjadi bagian dari pemantauan kesehatan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan penerima manfaat. (ama)