Home Care Kecamatan Sumbersari Pantau Pasangan Lansia di Wirolegi
- 17 Oktober 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Home Care Kecamatan Sumbersari Pantau Pasangan Lansia di Wirolegi
JEMBER, 17 OKTOBER 2026 – Tim Home Care Kecamatan Sumbersari mengunjungi pasangan lansia, Mucito dan istrinya, di Kelurahan Wirolegi, Kabupaten Jember. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan keduanya yang telah lanjut usia dan membutuhkan perhatian.
Bidan Kelurahan Wirolegi, Wiji Rahayu, menjelaskan bahwa Mucito yang berusia 86 tahun secara umum masih dalam kondisi sehat. Meski demikian, tekanan darahnya tetap perlu dipantau karena beberapa kali tercatat berada di kisaran 140 hingga 150 mmHg.
“Namanya faktor usia, tensinya naik turun. Kadang 140, kadang 150. Tadi 151, bawahnya 90,” kata Wiji, Jumat 16 Oktober 2026.
Sementara itu, istri Mucito memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih. Selain mengalami gangguan penglihatan selama sekitar 15–20 tahun, ia juga memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Menurut Wiji, gangguan penglihatan yang dialami istri Mucito telah diperiksakan ke dokter sebelumnya. Namun, hingga kini belum menunjukkan perubahan berarti.
Dalam kunjungan tersebut, tekanan darah istri Mucito tercatat mencapai 182/92 mmHg. Wiji menyebut tekanan darahnya terkadang meningkat hingga 180–190 mmHg, terutama ketika mengalami kesulitan tidur pada malam hari.
“Kalau ibunya malam tidak bisa tidur, tensinya bisa 180, bisa 190. Tadi sampai 182, bawahnya 92,” ungkapnya.
Wiji mengatakan, pemantauan kesehatan menjadi salah satu fokus kunjungan kepada pasangan lansia tersebut. Terlebih, keterbatasan mobilitas istri Mucito membuat pendampingan kesehatan menjadi penting.
Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., menjelaskan, Home Care pada hari itu melibatkan Puskesmas di wilayah Kecamatan Sumbersari, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Bagian Umum Pemkab Jember.
Menurutnya, Home Care bukan semata-mata program pemerintah, melainkan bentuk kepedulian sosial yang harus menjadi bagian dari pelayanan publik.
“Ini bukan tentang sebuah program yang terbingkai dari niatan politik. Namun, bagi kami, ini adalah humanisme kebirokrasian, menumbuhkembangkan kepekaan secara sosial terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, melalui kunjungan langsung kepada warga, aparatur pemerintah dapat membangun kedekatan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara lebih nyata.
“Kami menyebut apa yang telah disampaikan Gus Bupati bahwa ini adalah bagian kinerja yang mendasari kegiatan-kegiatan sosial sebagai bagian dari jihad sosial. Harapan besarnya, ini menjadi amal kebaikan untuk kita bersama keluarga,” katanya. (fat)