Mantapkan Persiapan Verlap Parahita Ekapraya 2024–2025, Pemkab Jember Gelar Rakor Pengarusutamaan Gender
- 14 Oktober 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Mantapkan Persiapan Verlap Parahita Ekapraya 2024–2025, Pemkab Jember Gelar Rakor Pengarusutamaan Gender
JEMBER, 14 OKTOBER 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mematangkan langkah strategis menyambut Verifikasi Lapangan (Verlap) Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE) Tahun 2024–2025. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab Jember menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan Persiapan Verlap PPE pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Jember, Jl. Sudarman No. 1.
Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan awal terkait pemenuhan data verlap yang telah dilaksanakan pada 1 Oktober 2026 lalu. Pertemuan ini menghadirkan para pejabat serta staf teknis yang membidangi perencanaan dan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dari sejumlah instansi kunci, di antaranya Bapperida, Inspektorat, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember.
Fokus utama rakor ini adalah melakukan konsolidasi, sinkronisasi data perencanaan, serta memastikan kesiapan dokumen pendukung (eviden) yang menjadi prasyarat penilaian PPE 2024–2025. Selain itu, rakor ini bertujuan menyelaraskan peran Bapperida, Inspektorat, Dinsos PPPA, dan BPKAD dalam mengawal anggaran serta pelaksanaan program yang berperspektif gender di Kabupaten Jember.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Bapperida Kabupaten Jember, Didik Eko Pramono, S.E., M.S.I., menegaskan pentingnya kolaborasi dan arahan teknis dari tim pendamping agar seluruh instansi memiliki persepsi yang sama.
"Kami memohon agar pendamping dapat menjembatani sekaligus memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh jajaran terkait, sehingga seluruh data pendukung dan implementasi Pengarusutamaan Gender yang kita siapkan benar-benar optimal dan tepat sasaran," ujar Didik Eko Pramono.
Sementara itu, Fasilitator PUG Kabupaten Jember, Saras Dumasari, S.Kel, menjelaskan pentingnya sinergi kuat dari empat pilar pengampu utama yakni Bapperida, Inspektorat, Dinas Sosial PPPA, dan BPKAD serta pemanfaatan strategi intervensi yang terarah dari tim driver untuk memastikan seluruh indikator PUG terimplementasi secara optimal hingga lini perangkat daerah.
"Keberhasilan pelaksanaan PUG dan persiapan verifikasi lapangan ini sangat bergantung pada solidnya empat pilar utama, yaitu Bapperida, Inspektorat, Dinas Sosial PPPA, dan BPKAD. Melalui strategi intervensi tim driver yang aktif dan terstruktur, kita memastikan bahwa seluruh perangkat daerah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga konsisten mengaplikasikan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender di lapangan," ungkap Saras Dumasari.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan, dan Pengarusutamaan Gender (PUG) Dinsos PPPA Kabupaten Jember, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M., menyampaikan komitmennya untuk memastikan seluruh data teknis dan dokumen bukti fisik di lapangan siap diverifikasi.
"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh OPD penunjang untuk memastikan eviden pelaksanaan program responsif gender telah terarsip dengan baik, sehingga tahapan verifikasi lapangan PPE Tahun 2024–2025 ini berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Jember," tuturnya.
Melalui sinergi antar-instansi teknis ini, Pemkab Jember optimistis dapat menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan responsif gender melalui Penganugerahan Parahita Ekapraya. (ysf)