Homecare Kabupaten Jember Resmi Diluncurkan, Camat Patrang Dukung Transformasi Layanan Kesehatan yang Menjangkau hingga Pelosok Desa
- 25 Juli 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Homecare Kabupaten Jember Resmi Diluncurkan, Camat Patrang Dukung Transformasi Layanan Kesehatan yang Menjangkau hingga Pelosok Desa
JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui Peresmian Pelayanan Mobil Homecare Kabupaten Jember yang berlangsung di UPTD Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan mobilitas sehingga tidak dapat menjangkau puskesmas maupun rumah sakit.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benjamin Paulus Octavianus, Bupati Jember Muhammad Fawait, jajaran Forkopimda Kabupaten Jember, Perwakilan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, direktur rumah sakit daerah, kepala puskesmas se-Kabupaten Jember, para camat, unsur Muspika, kepala desa, serta berbagai elemen yang mendukung sektor kesehatan.
Camat Patrang Ajib, S.IP., turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Patrang dalam mendukung penuh program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Program Mobil Homecare merupakan layanan kesehatan berbasis jemput bola, di mana tim tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah pasien untuk memberikan pelayanan medis. Sasaran utama program ini adalah masyarakat kurang mampu yang sedang sakit, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil dengan risiko tinggi, balita yang membutuhkan pemantauan kesehatan, hingga pasien penyakit kronis yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa gagasan menghadirkan layanan Homecare lahir dari pengalaman dan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat di wilayah pedesaan. Menurutnya, masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah saat sakit karena terkendala biaya maupun akses menuju fasilitas kesehatan.
"Saya hidup di desa pelosok Jember dan banyak melihat warga kurang mampu yang sakit hanya terbaring di rumah karena tidak mampu berobat. Maka kami menghadirkan program Homecare ini agar tenaga kesehatan yang mendatangi rumah mereka," ungkap Bupati Jember.
Tidak hanya menyediakan pelayanan medis secara gratis, Pemerintah Kabupaten Jember juga mengintegrasikan program ini dengan bantuan sosial berupa sembako bagi keluarga penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan. Langkah tersebut diambil agar penanganan terhadap masyarakat miskin tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga pasien.
"Kalau memang mereka benar-benar tidak mampu, kami juga akan memberikan sembako agar bisa dikonsumsi bersama keluarganya," tambahnya.
Bupati Jember juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program Homecare agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran. Partisipasi masyarakat dinilai penting sebagai bentuk pengawasan terhadap pelayanan publik sehingga manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Peluncuran program Homecare mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Anggota DPR RI Kawendra Lukistian menilai bahwa inovasi tersebut merupakan terobosan luar biasa yang mengedepankan kebutuhan dasar masyarakat. Bahkan, menurutnya, program Homecare Kabupaten Jember memiliki potensi menjadi model pelayanan kesehatan bagi daerah lain di Indonesia.
"Homecare ini adalah yang pertama di Indonesia dan akan menjadi percontohan bagi masyarakat luas. Kita semua harus bangga terhadap Jember," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Perwakilan BP Taskin, Iwan Sumule, yang menilai program Homecare tidak hanya menyelesaikan persoalan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Dengan mendatangi langsung rumah warga yang sakit, pemerintah dinilai mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif sekaligus menjangkau kelompok masyarakat paling rentan.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember menghadirkan seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jember sebagai pelaksana teknis layanan Homecare. Camat Sumberbaru juga menghadirkan unsur Muspika Kecamatan Sumberbaru, sedangkan Camat Sumberbaru, Tanggul, Semboro, Umbulsari, dan Bangsalsari menghadirkan para kepala desa di wilayah masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program di tingkat kecamatan dan desa.
Bagi Pemerintah Kecamatan Patrang, kehadiran Camat Ajib, S.IP. dalam acara tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap transformasi pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, layanan Homecare merupakan inovasi yang tidak hanya menghadirkan kemudahan akses kesehatan, tetapi juga mencerminkan hadirnya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ajib menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Patrang siap bersinergi dengan puskesmas, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan agar program Homecare dapat berjalan optimal di wilayah Kecamatan Patrang. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan masyarakat yang selama ini mengalami hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan dapat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas.
Peresmian Mobil Homecare Kabupaten Jember menjadi tonggak penting dalam transformasi pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, responsif, dan berkeadilan. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan dukungan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat kecamatan, termasuk Kecamatan Patrang, program ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui pelayanan publik yang humanis, cepat, dan tepat sasaran. (Naf)