Homecare Kaliwates Dorong Penanganan Balita Gizi Kurang hingga Rujukan Dokter Spesialis
- 12 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Homecare Kaliwates Dorong Penanganan Balita Gizi Kurang hingga Rujukan Dokter Spesialis
JEMBER, 12 SEPTEMBER 2026 – Penanganan balita dengan kondisi gizi kurang di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan di rumah. Melalui layanan Homecare, pemerintah menyiapkan tindak lanjut berupa pemeriksaan di puskesmas, pendampingan ahli gizi, hingga rujukan ke dokter spesialis anak apabila diperlukan.
Langkah tersebut dilakukan setelah tim Homecare menemukan seorang balita berusia tujuh bulan dengan berat badan di bawah garis normal berdasarkan pemantauan pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kunjungan berlangsung Jumat 11 September 2026 dengan melibatkan Kepala Baperinda Kabupaten Jember Arief Tyahyono, S.E., jajaran DinkesPPKB, pemerintah Kecamatan Kaliwates dan Kelurahan Mangli, serta petugas puskesmas.
Saat kunjungan, balita juga sedang mengalami batuk dan pilek. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena penanganan kesehatan perlu dilakukan bersamaan dengan pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi.
Petugas Homecare melakukan pemeriksaan terhadap kondisi balita sekaligus memberikan konsultasi kepada keluarga. Edukasi diarahkan pada pola makan dan pemenuhan gizi seimbang sesuai kebutuhan anak. Pendampingan kepada keluarga menjadi penting agar upaya perbaikan gizi dapat dilanjutkan di lingkungan rumah.
Dokter Cahya, dokter puskesmas yang mendampingi kunjungan, mengatakan kondisi balita perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas karena sedang mengalami sakit.
“Setelah dilakukan pengecekan adeknya memang sedang sakit dan kita sarankan untuk ke puskesmas agar dilakukan nebul atau uap. Yang nantinya akan dilakukan rujukan ke dokter spesialis anak dengan didampingi ahli gizi kita,” ujar dr. Cahya.
Pemeriksaan lanjutan di puskesmas menjadi langkah berikutnya untuk memastikan kondisi batuk dan pilek yang dialami balita mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi yang memerlukan pelayanan lebih lanjut, balita akan diarahkan untuk mendapatkan rujukan ke dokter spesialis anak.
Di sisi lain, kondisi berat badan yang berada di bawah garis normal juga akan menjadi perhatian dalam pemantauan berikutnya. Pendampingan ahli gizi disiapkan untuk membantu keluarga mengetahui kebutuhan makanan dan gizi balita sesuai usia serta kondisi kesehatannya.
Homecare dalam kunjungan ini tidak hanya berfungsi sebagai layanan pemeriksaan kesehatan dari rumah, tetapi juga sebagai sarana untuk menemukan kebutuhan warga yang memerlukan intervensi lanjutan. Temuan di lapangan kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah pelayanan berikutnya.
Koordinasi antara keluarga, puskesmas, DinkesPPKB dan tenaga gizi menjadi bagian penting agar kondisi balita dapat dipantau secara berkelanjutan. Pemantauan berat badan dan kondisi kesehatan diperlukan untuk melihat perkembangan balita setelah mendapatkan penanganan.
Dengan tindak lanjut tersebut, pemerintah berharap keluarga mendapatkan pendampingan yang lebih terarah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi anak. Layanan Homecare sekaligus memperkuat upaya deteksi dini sehingga masalah kesehatan maupun pertumbuhan balita dapat segera direspons sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.(fam)