logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Homecare PKM Nogosari, Lima Warga Gumuksari Curahmalang Dapat Perhatian Langsung Tim Kesehatan

  • 11 September 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
homecare-pkm-nogosari-lima-warga-gumuksari-curahmalang-dapat-perhatian-langsung-tim-kesehatan-20260912

Homecare PKM Nogosari, Lima Warga Gumuksari Curahmalang Dapat Perhatian Langsung Tim Kesehatan

JEMBER, 12 SEPTEMBER 2026 – Pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu warga datang ke puskesmas. Semangat menghadirkan layanan yang lebih dekat dan menyentuh langsung masyarakat diwujudkan melalui program Homecare Puskesmas Nogosari, Kecamatan Rambipuji.

Pada Jumat, 11 September 2026, Tim Homecare Puskesmas Nogosari kembali turun langsung ke tengah masyarakat. Dipimpin Kepala Puskesmas Nogosari dr. Amafira bersama jajaran tenaga kesehatan, tim mendatangi warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan kesehatan di rumah.

Kunjungan kali ini menyasar warga di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji. Pelaksanaan Homecare turut didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Rambipuji, Maret Trisia Hesty Norcahya. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara pelayanan kesehatan dan sosial di tingkat kecamatan.

"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program Homecare ini. Pelayanan jemput bola sangat membantu warga yang sulit datang ke puskesmas, terutama ibu hamil berisiko, anak dengan stunting, dan warga yang memiliki keterbatasan fisik," ujar Maret.

Menurut dia, sinergi antara sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial perlu terus diperkuat agar seluruh warga memperoleh akses pelayanan publik secara layak.

Dalam kunjungan tersebut, sedikitnya lima warga menjadi sasaran pelayanan dan pemantauan kesehatan. Mereka berasal dari kelompok dengan kebutuhan kesehatan yang beragam.

Salah satunya Uswatun Hasanah, ibu hamil dengan risiko tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan lebih intensif untuk menjaga kesehatan ibu dan calon bayi. Melalui kunjungan langsung, tenaga kesehatan dapat memantau kondisi sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan yang dibutuhkan.

Tim juga mengunjungi Maulidia Nadia yang masuk dalam kategori stunting. Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan dan pendampingannya terpenuhi.

Sasaran berikutnya adalah Mashuri, warga dengan keluhan saraf terjepit. Tim melakukan pemantauan kondisi dan memberikan arahan kepada pasien serta keluarga mengenai perawatan yang dapat dilakukan.

Selain itu, tim mengunjungi Toyiba yang mengalami stroke ringan. Pendampingan pascastroke menjadi penting untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga kondisi pasien. Peran keluarga juga diperlukan agar perawatan dapat dilakukan secara berkelanjutan di rumah.

Sementara itu, Slamet, seorang penyandang disabilitas, turut menjadi sasaran layanan. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses pelayanan kesehatan secara mandiri.

Kepala Puskesmas Nogosari dr. Amafira mengatakan, kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di rumah warga memungkinkan petugas melihat kondisi pasien secara lebih menyeluruh. Selain pemeriksaan, keluarga juga mendapat edukasi mengenai perawatan dan pemantauan kesehatan.

Program Homecare pun tidak sekadar menjadi layanan pemeriksaan kesehatan. Lebih dari itu, program tersebut merupakan pendekatan jemput bola untuk memastikan warga yang membutuhkan tetap mendapatkan pelayanan meski memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan.

Sinergi Puskesmas Nogosari dan Kecamatan Rambipuji menunjukkan bahwa penanganan persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dukungan tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting agar tidak ada warga yang terlewat dari pelayanan. (sai)

Galeri Foto