Homecare Sasar Warga Pesantren di Bintoro, Camat Patrang: Pelayanan Harus Hadir Lebih Dekat
- 25 September 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
Homecare Sasar Warga Pesantren di Bintoro, Camat Patrang: Pelayanan Harus Hadir Lebih Dekat
JEMBER, 25 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Patrang terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis kunjungan melalui program Homecare. Kali ini, layanan tersebut menyasar warga di Lingkungan Perbal, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jumat 25 September 2026.
Kunjungan dilakukan dengan menyasar sejumlah warga di lingkungan Pondok Pesantren Roudhotul Ulum dan Pondok Pesantren Nurul Hikmah. Pelayanan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pemeriksaan kesehatan sekaligus pendampingan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal dan aktivitas mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember Isnaini Dwi Susanti, S.H., M.Si., bersama Camat Patrang Musyaffa, S.H.I., M.M., yang didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Patrang Fiqih Zulfikar Ali, S.STP.
Turut hadir Kepala Puskesmas Banjarsengon beserta tim Homecare, LRT, dan Tim PPID. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kunjungan itu, tim Homecare memberikan pelayanan kepada lima sasaran dari dua pondok pesantren. Dua sasaran merupakan pimpinan dan keluarga pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ulum, sedangkan dua sasaran lainnya merupakan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hikmah.
Selain itu, pelayanan juga diberikan kepada seorang ibu hamil berusia di bawah 19 tahun dengan usia kehamilan 33 minggu yang masuk kategori risiko tinggi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan salah satu sasaran di Pondok Pesantren Roudhotul Ulum tidak mengalami keluhan dan berada dalam kondisi sehat. Sementara itu, sasaran lainnya mengeluhkan pusing dan berdasarkan hasil pemeriksaan didiagnosis mengalami hipertensi.
Keluhan serupa ditemukan pada dua sasaran di Pondok Pesantren Nurul Hikmah. Keduanya mengeluhkan pusing dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya hipertensi. Tim medis kemudian memberikan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing sasaran.
Sementara itu, kondisi ibu hamil menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sasaran tercatat mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia.
Kondisi tersebut memerlukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Tim kesehatan juga dapat melakukan tindak lanjut sesuai hasil evaluasi medis dan kebutuhan sasaran.
Camat Patrang, Musyaffa mengatakan, pelayanan Homecare merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu dilakukan secara aktif dengan mendatangi warga.
“Melalui Homecare, kami ingin pelayanan benar-benar hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dengan turun langsung, kondisi kesehatan warga dapat diketahui sekaligus kebutuhan lainnya dapat diidentifikasi untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujar Musyaffa.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan unsur lintas sektor menjadi penting agar persoalan yang ditemukan di lapangan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan kesehatan.
“Ketika ada warga yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi sosial dasarnya, kami bisa bersama-sama mencari tindak lanjut yang sesuai. Inilah pentingnya pelayanan yang dekat, humanis, dan responsif,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim juga melakukan pendataan terhadap kondisi tempat tinggal dan akses dasar para sasaran. Berdasarkan hasil pendataan, rumah para sasaran secara umum berada dalam kondisi layak dan telah memiliki akses air bersih.
Namun, pada sasaran ibu hamil tercatat belum tersedia fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan dokumen Kartu Tanda Penduduk (KTP). Temuan tersebut menjadi bagian dari identifikasi kebutuhan yang dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
Kehadiran Camat Patrang bersama Kasi PMKS dalam kunjungan tersebut menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah kecamatan dalam memastikan pelayanan masyarakat berjalan secara terpadu.
Program Homecare tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mengenali kondisi warga secara lebih menyeluruh. Melalui kunjungan langsung, tenaga kesehatan dan pemerintah dapat melihat kebutuhan kesehatan sekaligus kondisi sosial dasar yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Patrang berkomitmen terus mendorong pelayanan publik yang semakin dekat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan Homecare di lingkungan pesantren tersebut menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendukung semangat Jember Baru, Jember Maju.
“Patrang Hebat bukan sekadar slogan. Kami ingin semangat melayani dengan tulus dan mengabdi dengan sepenuh hati benar-benar dirasakan masyarakat. Kami akan terus mendorong kolaborasi agar pelayanan publik semakin dekat dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” pungkas Musyaffa. (naf)