Warga Apresiasi Analisa Blackspot Jalan Kenanga VI demi Keselamatan Pengguna Jalan
- 25 Mei 2026
- Dibaca 106 Kali
Bagikan Via:
Warga Apresiasi Analisa Blackspot Jalan Kenanga VI demi Keselamatan Pengguna Jalan
JEMBER, 25 MEI 2026 - Kekhawatiran warga terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Kenanga VI, RW 23 Lingkungan Ledok Kebon Lor, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, kembali mencuat. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan analisa kecelakaan lalu lintas bersama sejumlah instansi terkait pada Senin, 25 Mei 2026.
Kegiatan analisa tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memetakan penyebab kecelakaan serta mencari solusi penanganan di kawasan yang dinilai rawan kecelakaan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Jember tersebut akan melibatkan berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga dan SDA, Dinas Kesehatan, PT Jasa Raharja, Bappeda Kabupaten Jember, serta Camat Kaliwates.
Kondisi jalan yang sering memicu kecelakaan itu turut dikeluhkan masyarakat sekitar. Salah satunya disampaikan Yono, warga RW 23 Lingkungan Ledok Kebon Lor, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Menurutnya, kecelakaan di kawasan tersebut bukan lagi hal baru karena hampir terjadi setiap pekan.
“Di sini memang sering ada kecelakaan, hampir perminggu ada. Karena memang tidak ada yang mengawal, juga tidak ada rambu-rambu,” ujar Yono.
Ia menilai kurangnya pengawasan dan fasilitas keselamatan jalan menjadi faktor utama yang membuat kawasan tersebut rawan kecelakaan. Selain itu, perilaku pengendara, khususnya kalangan anak muda yang sering memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, juga menjadi perhatian warga.
“Masyarakat sini terutama anak muda kalau naik sepeda motor ngebut. Ditambah juga knalpotnya bising. Jadi kadang kalau malam saya sendiri sering kebangun gara-gara suara knalpot,” lanjutnya.
Keluhan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang berharap adanya langkah nyata dari pemerintah maupun aparat kepolisian untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di kawasan tersebut. Warga berharap pemasangan rambu-rambu lalu lintas, penambahan penerangan jalan, hingga pengawasan rutin dapat segera dilakukan guna menekan angka kecelakaan.
Rencana analisa kecelakaan yang dilakukan bersama lintas sektor dinilai menjadi langkah awal penting untuk memetakan penyebab utama kecelakaan serta menentukan solusi yang tepat. Masyarakat berharap hasil evaluasi nantinya tidak hanya menjadi kajian administratif, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan konkret demi keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan warga sekitar. (as)