logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hujan Empat Jam, Dapur dan Ruang Belakang Rumah Warga Gebang Roboh Tergerus Aliran Sungai

  • 04 Maret 2026
  • Dibaca 219 Kali
Bagikan Via:
hujan-empat-jam-dapur-dan-ruang-belakang-rumah-warga-gebang-roboh-tergerus-aliran-sungai-20260304

Hujan Empat Jam, Dapur dan Ruang Belakang Rumah Warga Gebang Roboh Tergerus Aliran Sungai

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Senin, 2 Maret 2026, menyebabkan bagian dapur dan satu ruang belakang rumah warga roboh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.01 WIB setelah hujan turun selama kurang lebih empat jam tanpa henti. Informasi kejadian diterima pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 04.07 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan asesmen lapangan pada pukul 09.30 WIB. Rumah yang terdampak merupakan milik Anjar Hariawan (37), yang dihuni oleh tiga jiwa dan berlokasi di Jalan Kasuari, Dusun Kedawung Lor RT/RW 003/008, Kelurahan Gebang.

Kejadian ini bermula dari tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit aliran sungai kecil Banjarsengon meningkat drastis. Pondasi dapur dan ruang belakang rumah yang berada di atas sempadan aliran sungai tersebut tergerus derasnya arus air. Akibatnya, struktur pondasi jebol dan menyebabkan dapur serta satu ruangan belakang yang biasa digunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian mengalami kerusakan sedang. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material cukup dirasakan oleh pemilik rumah.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama pihak kelurahan setempat dan warga melakukan koordinasi serta assessment untuk memastikan kondisi kerusakan dan kebutuhan korban. Selain pendataan, tim juga mendistribusikan bantuan logistik berupa satu paket sembako provinsi, satu buah terpal, satu paket peralatan makan, satu paket sekolah, satu paket sandang wanita, satu paket lauk pauk, satu paket makanan siap saji, satu selimut, dan satu paket family kit. Dokumentasi dilakukan sebagai bagian dari pelaporan, sementara Tim Jitupasna turut menghitung estimasi kerugian akibat kerusakan bangunan tersebut. Langkah cepat ini dilakukan guna membantu meringankan beban korban sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa penghuni rumah masih tetap tinggal di bagian rumah yang dinilai aman untuk ditempati. Proses pembersihan material bangunan yang roboh masih berlangsung dan dilakukan secara mandiri oleh pemilik rumah dengan bantuan warga sekitar. BPBD merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Selain itu, pihak kelurahan diimbau untuk mengoordinasikan kerja bakti pascakejadian guna mempercepat pemulihan lingkungan sekitar. Hingga saat ini tidak terdapat kendala dalam proses penanganan, dan situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman serta kondusif.

Galeri Foto