logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hujan Lebat Picu Tanah Longsor di Jelbuk, Tiga Rumah Terancam dan Akses Jalan Sempat Tertutup

  • 02 Maret 2026
  • Dibaca 464 Kali
Bagikan Via:
hujan-lebat-picu-tanah-longsor-di-jelbuk-tiga-rumah-terancam-dan-akses-jalan-sempat-tertutup-20260302

Hujan Lebat Picu Tanah Longsor di Jelbuk, Tiga Rumah Terancam dan Akses Jalan Sempat Tertutup

Kejadian tanah longsor terjadi di Dusun Sumber Candik RT 001/RW 001, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa ini dilaporkan kepada Bupati Jember dengan tembusan kepada sejumlah instansi terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi. Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jelbuk sejak Sabtu (28/2/2026) dengan durasi cukup lama. Akibat intensitas hujan tinggi tersebut, struktur tanah menjadi labil dan mengalami pergerakan hingga terjadi longsoran.

Longsor dengan tinggi sekitar 7 meter dan lebar 4 meter menimpa akses jalan setapak yang biasa digunakan warga menuju rumah dan lahan pertanian. Material tanah menutup jalur tersebut sehingga sempat menghambat aktivitas warga. Selain itu, terdapat potensi longsor susulan yang dapat berdampak terhadap tiga rumah warga di sekitar lokasi. Warga yang terdampak antara lain Sunardi (53) dengan dua jiwa, Heni (36) dengan lima jiwa, serta Fendik (30) dengan dua jiwa.

Berdasarkan kronologis, pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, hujan lebat menyebabkan kondisi tanah di lereng menjadi jenuh air. Tekanan air dalam tanah yang meningkat memicu terjadinya pergeseran dan akhirnya longsor yang menutup akses jalan setapak. Laporan kejadian diterima melalui kanal Wadul Gus’e dengan ID WA.Q.2802261714023 yang disampaikan oleh Hafif Rohmatulloh. Setelah menerima laporan, tim segera melakukan koordinasi dan verifikasi lokasi di area sawah/kebun Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.

Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan perangkat desa, asesmen lapangan, serta dokumentasi sebagai bahan pelaporan dan tindak lanjut. Tim juga mendistribusikan bantuan logistik berupa dua buah terpal untuk menutup area longsoran guna mengurangi risiko pergerakan tanah saat hujan susulan. Pada pukul 11.30 WIB, tim kembali ke markas setelah memastikan penanganan awal berjalan dengan baik. Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, dan warga setempat.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa material longsor telah dibersihkan secara gotong royong oleh pemerintah desa bersama warga. Namun demikian, kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan apabila terjadi hujan kembali. Dua terpal telah dipasang di titik longsoran sebagai langkah mitigasi sementara untuk mengurangi infiltrasi air hujan langsung ke bidang longsor.

Tim mitigasi merekomendasikan beberapa langkah pencegahan, antara lain meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi longsor susulan serta melakukan konservasi vegetasi dengan tanaman berakar kuat seperti vetiver. Selain itu, disarankan pembuatan terasering untuk mengurangi kemiringan lereng dan memperlambat aliran permukaan. Edukasi kepada masyarakat juga diperlukan agar tidak melakukan pembangunan terlalu dekat dengan lereng maupun pemotongan lereng secara sembarangan. Pemasangan penahan bambu di area rawan juga direkomendasikan guna memperkuat struktur tanah dan meminimalkan risiko longsor di masa mendatang.

Galeri Foto