logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

IGTKI Bersama Gus Fawait dan Dinas Pendidikan Perkuat Kompetensi Guru TK Jember

  • 29 April 2026
  • Dibaca 187 Kali
Bagikan Via:
igtki-bersama-gus-fawait-dan-dinas-pendidikan-perkuat-kompetensi-guru-tk-jember-20260429

IGTKI Bersama Gus Fawait dan Dinas Pendidikan Perkuat Kompetensi Guru TK Jember

JEMBER, 29 APRIL 2026 - Ratusan guru Taman Kanak-Kanak (TK) dari seluruh penjuru Kabupaten Jember memadati aula Dinas Pendidikan setempat dalam kegiatan pelatihan tari yang digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Cabang Jember selama dua hari berturut-turut, Senin hingga Selasa, 27–28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru sekaligus pelestarian seni budaya sejak usia dini.

Ketua IGTKI Kabupaten Jember, Endang Suprihatin, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh total 650 peserta yang berasal dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan.

“Pada hari pertama, sebanyak 320 peserta dari 15 kecamatan mengikuti pelatihan. Kemudian di hari kedua, diikuti oleh 330 peserta dari 16 kecamatan,” ujar Endang saat ditemui di sela kegiatan, Selasa 28 April 2026.

Pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai program berkelanjutan. Para peserta nantinya akan menjadi agen pelatih di wilayah kecamatan masing-masing, sehingga transfer pengetahuan dapat menjangkau lebih luas hingga ke tingkat satuan pendidikan TK.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, para guru dapat mengimplementasikan dan melatih kembali materi yang diperoleh di kecamatan masing-masing. Dengan begitu, dampaknya bisa dirasakan lebih luas oleh anak-anak didik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Endang yang telah menjabat sebagai Ketua IGTKI Jember selama dua periode sejak 2015 menegaskan bahwa program-program IGTKI dirancang selaras dengan visi pembangunan daerah yang diusung Bupati Jember, Gus Fawait, melalui jargon “Jember Baru Jember Maju”.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik, menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung visi tersebut.

“Program kami sejalan dengan visi Bupati Jember. Salah satu bentuk konkretnya adalah peningkatan kompetensi guru TK, baik dalam bidang seni, pedagogi, maupun pemanfaatan teknologi,” jelasnya.

Selain pelatihan tari, IGTKI Jember juga aktif mengembangkan berbagai program lain seperti pelatihan paduan suara serta pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT). Seluruh hasil dari program tersebut nantinya akan diujikan dalam bentuk perlombaan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional di tingkat daerah.

Endang menyebut, organisasi yang telah diikutinya sejak 1992 itu juga menjalankan pendekatan “jemput bola” dalam mendukung program nasional WAJAR (Wajib Belajar), khususnya pada jenjang pendidikan usia dini.

“Kami tidak hanya menunggu, tetapi aktif turun ke lapangan untuk memastikan program-program pendidikan dapat berjalan optimal, termasuk dalam mendukung wajib belajar sejak usia dini,” katanya.

Sinergi antara IGTKI dan Pemerintah Kabupaten Jember juga terwujud dalam berbagai kegiatan strategis, salah satunya peringatan Hari Anak Nasional yang rutin digelar setiap tahun. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang unjuk kreativitas anak sekaligus refleksi terhadap kualitas pendidikan anak usia dini.

Di sisi lain, Endang juga menyoroti kepemimpinan Bupati Jember saat ini yang dinilainya memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan periode sebelumnya.

“Setiap pemimpin tentu memiliki kelebihan masing-masing. Namun saat ini Jember memiliki sosok bupati yang relatif muda, sehingga memberikan warna dan energi baru dalam kepemimpinan daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Gus Fawait, perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya guru TK, semakin terasa. Salah satu bentuk nyata adalah pemberian insentif bulanan bagi guru TK yang belum tersertifikasi.

“Alhamdulillah, meskipun belum tersertifikasi, para guru TK tetap mendapatkan insentif sebesar Rp480 ribu per bulan. Ini bentuk perhatian yang sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya berharap ke depan terdapat peningkatan nominal insentif tersebut seiring dengan meningkatnya tuntutan profesionalisme guru.

“Kami tentu berharap ada peningkatan ke depan, sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting guru TK dalam membentuk generasi masa depan,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan tari ini sendiri dinilai menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini. Melalui guru yang terlatih, anak-anak diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.

Dengan pelibatan ratusan guru dari seluruh kecamatan, IGTKI Jember optimistis mampu menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas bangsa. (sh)

Galeri Foto