logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Inovasi Cegah Diabetes Tipe 2: Promahadesa Bintoro 2026 dan Puskesmas Banjarsengon Gelar Sosialisasi Beras Analog Mocaf Bersama PKK Kelurahan Bintoro

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
inovasi-cegah-diabetes-tipe-2-promahadesa-bintoro-2026-dan-puskesmas-banjarsengon-gelar-sosialisasi-beras-analog-mocaf-bersama-pkk-kelurahan-bintoro-20261001

Inovasi Cegah Diabetes Tipe 2: Promahadesa Bintoro 2026 dan Puskesmas Banjarsengon Gelar Sosialisasi Beras Analog Mocaf Bersama PKK Kelurahan Bintoro

Dalam upaya menekan angka pravelensi penyakit tidak menular serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, Kelurahan Bintoro menjadi pusat kegiatan edukatif yang inspiratif. Pada hari Selasa, 29 September 2026, Pendopo Kelurahan Bintoro dipadati oleh puluhan warga yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan pangan sehat. Acara ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara program pengabdian masyarakat Promahadesa Bintoro 2026 dengan Puskesmas Banjarsengon. 

​Fokus utama dari pertemuan tersebut adalah memperkenalkan alternatif pangan sehat berupa beras analog berbahan dasar mocaf (modified cassava flour atau tepung singkong modifikasi) sebagai solusi cerdas pencegahan dan pengelolaan Diabetes Melitus (DM) Tipe 2. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Bintoro yang tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. 

​​Pemilihan beras analog mocaf bukan tanpa alasan. Tingginya angka penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di tengah masyarakat menuntut adanya inovasi pengganti beras konvensional yang memiliki indeks glikemik lebih rendah. Tepung mocaf yang diolah menjadi beras analog kaya akan serat, bebas gluten, dan aman bagi penderita resistensi insulin.

​Melalui sinergi antara akademisi melalui program Promahadesa Bintoro 2026 dan tenaga medis dari Puskesmas Banjarsengon, para peserta tidak hanya diberikan pemahaman teoritis mengenai kesehatan dan bahaya komplikasi diabetes, tetapi juga dibekali dengan keterampilan praktis terkait manajemen pemasaran produk olahan pangan lokal tersebut.

​Tidak sekadar membahas aspek kesehatan dan pola konsumsi, inti materi dalam sosialisasi ini juga menyentuh aspek hilirisasi dan ekonomi kreatif. Di era digital saat ini, kualitas produk pangan lokal harus diimbangi dengan kemasan dan branding yang menarik agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

​Oleh karena itu, para Kader PKK Kelurahan Bintoro diberikan pelatihan khusus mengenai cara manajemen pemasaran (marketing management) serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) untuk mendesain label produk. Dengan bantuan teknologi AI, para kader diajak untuk membuat logo, kemasan, serta label nutrisi produk beras analog secara cepat, profesional, dan estetis, sehingga produk olahan mocaf ini memiliki daya saing tinggi di pasaran kelak. 

​Lurah Bintoro, Pairi, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Menurutnya, inovasi pangan sehat berbasis kearifan lokal sangat membantu masyarakat dalam mencegah penyakit degeneratif sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

"Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari teman-teman Promahadesa Bintoro 2026 bersama Puskesmas Banjarsengon. Sosialisasi beras analog berbahan mocaf ini bukan sekadar ikhtiar menjaga kesehatan untuk mencegah Diabetes Melitus Tipe 2, tetapi juga langkah nyata memberdayakan perempuan dan kader PKK melalui pemanfaatan teknologi AI dalam mengemas produk lokal agar bernilai jual tinggi," ujar Pairi, S.T., M.Si.

  ​Senada dengan Lurah Bintoro, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Bintoro, Waqiah, juga mengungkapkan antusiasmenya. Ia menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat relevan bagi para ibu rumah tangga dan kader di lini terdepan masyarakat.

"Ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena materinya sangat aplikatif. Mulai dari bagaimana menyajikan makanan sehat untuk keluarga tercinta guna mencegah diabetes, hingga bagaimana memasarkannya dengan bantuan teknologi AI untuk pembuatan label produk. Ini membuktikan bahwa kader PKK siap mengikuti perkembangan zaman dan mandiri secara ekonomi," ungkap Waqiah penuh semangat.

Melalui kegiatan yang berlangsung interaktif di Pendopo Kelurahan Bintoro ini, diharapkan para Kader PKK Kelurahan Bintoro dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan rur tetangga masing-masing. Mereka diharapkan mampu mensosialisasikan kembali pentingnyakonsumsi pangan sehat pengganti beras padi konvensional bagi penderita diabetes, serta mengaplikasikan ilmu manajemen pemasaran digital yang telah diperoleh guna mendongkrak perekonomian keluarga melalui produk unggulan berbasis mocaf. (fzr)

Galeri Foto