logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Irigasi Perpompaan Jember Dipantau dari Data hingga Kondisi Lapangan

  • 11 Agustus 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
irigasi-perpompaan-jember-dipantau-dari-data-hingga-kondisi-lapangan-20260811

Irigasi Perpompaan Jember Dipantau dari Data hingga Kondisi Lapangan

JEMBER, 10 AGUSTUS 2026 — Pembangunan irigasi perpompaan tidak cukup hanya selesai secara fisik. Ketepatan spesifikasi, kesiapan lokasi, hingga perkembangan pekerjaan perlu dipastikan sejak awal agar infrastruktur yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan petani.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi bersama konsultan di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Senin, 10 Agustus 2026. Rakor dipimpin Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Pertanian Moch. Kosim, S.TP., M.P., bersama Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Joko Nurcahyo, S.TP.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemantauan progres melalui laporan mingguan. Setiap kelompok tani akan melaporkan perkembangan pekerjaan, yang selanjutnya dipantau melalui dashboard hingga tingkat kabupaten. Data tersebut juga akan dibandingkan dengan kurva S untuk melihat kesesuaian pekerjaan dengan rencana dan mendeteksi potensi keterlambatan.

“Pokoknya tiap minggu setidak-tidaknya nanti itu sudah muncul laporan ke kita. Nanti akan kita buat dashboard,” ujar Joko.

Selain progres pekerjaan, aspek teknis sumber air juga menjadi perhatian. Penentuan kapasitas pompa tidak dapat disamaratakan untuk setiap wilayah. Hasil geolistrik dan pumping test akan menjadi bahan pertimbangan untuk memastikan kapasitas pompa sesuai dengan kondisi sumber air di masing-masing lokasi.

Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan di sejumlah wilayah utara Jember yang memiliki potensi sumber air relatif kecil. Sementara itu, beberapa wilayah tengah seperti Bangsalsari, Wuluhan, dan Ambulu dinilai masih memiliki kondisi yang lebih mendukung.

“Geolistrik dan pumping test. Geolistrik itu kan perkiraan dari hasil uji alat. Kalau pumping test kan dipompa beneran,” jelas Joko.

Rakor juga mendorong 239 kelompok tani untuk segera memulai pekerjaan. Lokasi yang masih menunggu panen tetap diminta melakukan pekerjaan persiapan yang tidak bergantung pada kondisi lahan, seperti geolistrik dan pengajuan kebutuhan listrik.

Kesiapan jaringan listrik turut dimitigasi, termasuk jarak lokasi dengan tiang listrik. Jika kondisi lapangan dinilai tidak realistis, hasil pengecekan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penyesuaian terhadap Detail Engineering Design (DED).

Dengan langkah tersebut, Dinas TPHP Jember mendorong pelaksanaan irigasi perpompaan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat secara teknis dan terukur sejak tahap persiapan hingga pekerjaan selesai. (fan)

Galeri Foto