Jalan Jawa Sumbersari Dirapikan, DPUPR Jember Pangkas Dahan yang Terlalu Rimbun.
- 21 Agustus 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Jalan Jawa Sumbersari Dirapikan, DPUPR Jember Pangkas Dahan yang Terlalu Rimbun.
Jember 21 Agustus 2026 - Jalan Jawa Sumbersari Dirapikan, DPUPR Jember Pangkas Dahan yang Terlalu Rimbun.
Kondisi pohon di pinggir jalan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika pertumbuhan dahan dan ranting sudah semakin lebat. Selain membuat kawasan menjadi teduh, pepohonan yang berada di ruang jalan juga harus tetap terkontrol agar tidak mengganggu pengguna jalan pada Kamis 21 Agustus 2026.Melihat kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melakukan kegiatan rempesan pohon di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari. Pekerjaan ini dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan kawasan jalan sekaligus untuk menjaga agar ruang jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
Petugas melakukan pemangkasan pada sejumlah dahan dan ranting yang sudah tumbuh terlalu rimbun. Bagian pohon yang dinilai berpotensi mengganggu ruang jalan ditangani dengan tetap memperhatikan kondisi pohon secara keseluruhan.
Koordinator Wilayah (Korwil) Kota, Sariyanto, mengatakan bahwa rempesan dilakukan bukan untuk mengurangi fungsi penghijauan di kawasan Jalan Jawa. Menurutnya, pohon tetap dipertahankan, namun bagian-bagian yang sudah terlalu lebat perlu ditata agar tidak menimbulkan gangguan.
“Pohon-pohon yang ada di pinggir jalan tentu tetap kami pertahankan karena keberadaannya juga penting untuk lingkungan. Tetapi kalau dahan dan rantingnya sudah terlalu rimbun atau mulai mengganggu, bagian tersebut perlu dirempes,” ujarnya pada Kamis 21 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kondisi dahan dan ranting yang semakin panjang dapat mengganggu pandangan pengguna jalan. Pada kondisi tertentu, dahan yang terlalu berat juga berpotensi patah, terutama ketika terjadi hujan deras maupun angin kencang.
“Yang kami lihat bukan hanya soal pohonnya rimbun atau tidak. Kami juga melihat apakah dahan tersebut mengganggu pengguna jalan, menutup pandangan, atau berpotensi patah. Jadi penanganannya kami sesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan,” jelasnya.
Menurut Sariyanto, kegiatan rempesan seperti ini merupakan bagian dari pemeliharaan yang perlu dilakukan secara berkala. Kondisi pohon dapat berubah seiring pertumbuhannya, sehingga pemantauan tidak cukup dilakukan hanya sekali.
“Pohon itu terus tumbuh. Karena itu memang perlu dipantau secara berkala. Kalau hari ini kondisinya masih aman, beberapa waktu kemudian bisa saja dahan sudah semakin panjang dan perlu ditangani,” katanya.
Jalan Jawa sendiri merupakan salah satu ruas yang cukup aktif digunakan masyarakat di Kecamatan Sumbersari. Aktivitas kendaraan dan masyarakat berlangsung setiap hari. Kondisi lingkungan di sekitar jalan pun ikut memberikan pengaruh terhadap kenyamanan pengguna jalan.
Karena itu, menurut Sariyanto, pemeliharaan kawasan jalan tidak hanya berkutat pada kondisi badan jalan. Bagian lain yang berada di sekitar jalan juga perlu mendapat perhatian.
“Pemeliharaan jalan itu tidak hanya soal aspal. Pohon, bahu jalan, saluran dan bagian lain yang berkaitan dengan ruang jalan juga perlu kami perhatikan. Semuanya saling berhubungan dengan kenyamanan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, petugas melakukan pemangkasan secara bertahap. Dahan yang sudah dipotong kemudian ditangani agar tidak menghambat lalu lintas maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.
Sariyanto juga mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Selama proses rempesan berlangsung, terdapat petugas dan peralatan yang berada di area jalan sehingga pengendara perlu mengurangi kecepatan.
“Untuk masyarakat yang lewat di lokasi, kami minta tetap berhati-hati. Ketika petugas sedang bekerja tentu ada bagian jalan yang harus digunakan untuk aktivitas pekerjaan. Jadi mohon pengendara mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas,” tuturnya.
Menurutnya, keselamatan selama pekerjaan menjadi hal yang utama. Petugas di lapangan juga diarahkan untuk memperhatikan kondisi sekitar sebelum melakukan pemotongan dahan, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.
Lebih jauh, Sariyanto mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pohon-pohon yang berada di sepanjang ruas jalan wilayah Kota. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat apakah terdapat pohon atau dahan yang membutuhkan penanganan.
“Kami terus melakukan pemantauan. Kalau memang ada pohon yang kondisinya perlu dirempes, nanti kami cek dulu dan kami tentukan bagian mana yang perlu ditangani. Jadi tidak semua pohon dipangkas, hanya bagian yang memang membutuhkan penanganan,” katanya.
Hal tersebut menjadi penting karena rempesan pohon tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemangkasan harus mempertimbangkan kondisi pohon agar tetap dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Keberadaan pepohonan di kawasan perkotaan sendiri memiliki banyak manfaat. Selain memberikan keteduhan, pohon juga membuat lingkungan jalan terasa lebih nyaman dan membantu menciptakan suasana yang lebih hijau di tengah padatnya aktivitas perkotaan.
Namun, manfaat tersebut tetap harus diimbangi dengan pemeliharaan. Ketika dahan mulai tumbuh terlalu lebat, menutup lampu penerangan, mengganggu pandangan atau mendekati fasilitas di sekitar jalan, diperlukan tindakan agar kondisi tersebut tidak menjadi persoalan.
“Intinya kami ingin pohonnya tetap ada dan tetap memberikan manfaat, tetapi juga tidak sampai mengganggu masyarakat. Jadi kami lakukan penataan melalui rempesan pada bagian yang memang perlu,” kata Sariyanto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun jalan yang sering mereka lewati. Apabila menemukan pohon dengan dahan yang terlihat rawan atau mulai mengganggu pengguna jalan, masyarakat dapat menyampaikan informasi kepada pihak terkait.
Menurut Sariyanto, informasi dari masyarakat cukup membantu petugas dalam melakukan pemantauan. Sebab, warga merupakan pihak yang setiap hari berada dan beraktivitas di lingkungan tersebut.
“Warga juga bisa ikut membantu dengan memberikan informasi kalau melihat ada dahan atau pohon yang dirasa membahayakan. Informasi seperti itu bisa kami jadikan bahan untuk dilakukan pengecekan di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan rempesan di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari, menjadi salah satu bentuk pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan DPUPR Kabupaten Jember untuk menjaga kondisi ruang jalan. Penanganan dilakukan dengan melihat kebutuhan yang ada, sehingga pekerjaan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi pengguna jalan, lingkungan yang lebih tertata tentu memberikan rasa nyaman ketika melintas. Pandangan pengendara menjadi lebih terbuka dan potensi gangguan dari dahan atau ranting yang terlalu lebat dapat dikurangi.
Sariyanto menegaskan bahwa pemeliharaan seperti ini akan terus dilakukan sesuai hasil pemantauan di lapangan.
“Kami akan terus melihat kondisi ruas-ruas jalan di wilayah Kota. Kalau memang ada yang perlu ditangani, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai kondisi dan kemampuan penanganan di lapangan. Harapannya masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan jalan,” pungkasnya.
Rempesan pohon di Jalan Jawa bukan sekadar kegiatan memangkas dahan. Di balik pekerjaan tersebut ada upaya untuk menjaga agar ruang jalan tetap berfungsi dengan baik, lingkungan tetap hijau, sekaligus mengurangi potensi gangguan yang dapat muncul dari pepohonan yang tidak terawat.
Dengan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin serta dukungan masyarakat dalam memberikan informasi mengenai kondisi di lapangan, diharapkan berbagai fasilitas publik di Kabupaten Jember dapat terus terjaga. DPUPR Kabupaten Jember akan terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kebutuhan, termasuk terhadap kondisi pepohonan yang berada di sepanjang ruas jalan. (yan)