Jember Berpeluang Jadi Sentra Bibit Belgian Blue, Transfer Embrio Berhasil Dilaksanakan di Bangsalsari
- 05 Juni 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Jember Berpeluang Jadi Sentra Bibit Belgian Blue, Transfer Embrio Berhasil Dilaksanakan di Bangsalsari
JEMBER – Upaya peningkatan kualitas genetik ternak sapi di Kabupaten Jember kembali menunjukkan perkembangan positif. Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember bersama Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari melaksanakan kegiatan pendampingan Transfer Embrio (TE) sapi Belgian Blue di Kecamatan Bangsalsari, Kamis (4 Juni 2026).
Kegiatan pendampingan Transfer Embrio (TE) sapi Belgian Blue dilakukan pada sapi Peranakan Ongole (PO) di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, dan Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari. Kegiatan ini melibatkan tim dokter hewan, paramedik veteriner, serta petugas teknis dari DKPPP Kabupaten Jember bersama BBIB Singosari. Program ini merupakan bagian dari upaya pengembangan sumber daya genetik ternak unggul yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan sapi potong di Kabupaten Jember.
Berdasarkan hasil pemeriksaan reproduksi dan tracking siklus berahi pada sapi Peranakan Ongole (PO) calon akseptor di Desa Badean, tim memutuskan untuk menunda pelaksanaan Transfer Embrio. Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan bahwa perkembangan Korpus Luteum (CL) pada ternak belum mencapai kondisi optimal sesuai standar teknis pelaksanaan TE.
Keputusan penundaan dilakukan untuk menghindari risiko kegagalan implantasi embrio. Tim akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap siklus reproduksi ternak hingga memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan.
Sementara itu, hasil menggembirakan diperoleh di Desa Paleran. Pada lokasi ini, kegiatan Transfer Embrio sapi Belgian Blue berhasil dilaksanakan pada akseptor sapi PO yang telah memenuhi seluruh persyaratan reproduksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ternak memiliki Korpus Luteum yang fungsional serta Body Condition Score (BCS) yang ideal sehingga layak menerima embrio.
Proses implantasi embrio Belgian Blue dari BBIB Singosari berhasil diaplikasikan oleh tim dokter hewan dan paramedik veteriner. Tahapan berikutnya adalah melakukan pengawasan intensif terhadap ternak akseptor guna memastikan keberhasilan kebuntingan dan mencegah gangguan pasca-transfer.
drh. Rifki Nugroho, M.Vet mengatakan bahwa program Transfer Embrio Belgian Blue memiliki nilai strategis dalam meningkatkan mutu genetik ternak lokal sekaligus membuka peluang lahirnya calon bibit pejantan unggul.
“Tujuan program ini adalah menghasilkan kebuntingan dari embrio Belgian Blue sehingga nantinya dapat lahir pedet-pedet unggul yang berpotensi menjadi calon bibit pejantan. Apabila program ini berhasil, pedet yang lahir dapat menjadi bagian dari pengembangan sumber daya genetik ternak nasional dan berpeluang diseleksi sebagai calon pejantan di BBIB Singosari,” ujar drh. Rifki Nugroho.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut juga dapat memberikan dampak strategis bagi Kabupaten Jember dalam pengembangan peternakan sapi unggul di masa mendatang.
“Kami berharap keberhasilan Transfer Embrio ini dapat membuka peluang bagi Kabupaten Jember untuk memperoleh prioritas alokasi bibit Belgian Blue pada tahun-tahun berikutnya. Ini menjadi langkah penting untuk mendukung peningkatan kualitas dan daya saing peternakan sapi di daerah,” tambahnya.
Dengan terlaksananya program ini, Kabupaten Jember semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi teknologi reproduksi ternak. Keberhasilan kebuntingan hasil Transfer Embrio Belgian Blue nantinya diharapkan menjadi tonggak penting bagi pengembangan sapi unggul dan memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah potensial penghasil bibit sapi berkualitas di Indonesia.(div)