logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Pesona Kampung Durian Pakis, Surga Agronomi di Lereng Argopuro yang Menggoda Selera

  • 18 Maret 2026
  • Dibaca 526 Kali
Bagikan Via:
pesona-kampung-durian-pakis-surga-agronomi-di-lereng-argopuro-yang-menggoda-selera-20260320

Pesona Kampung Durian Pakis, Surga Agronomi di Lereng Argopuro yang Menggoda Selera

JEMBER, 18 MARET 2026 - Deru suara air sungai yang jernih berpadu dengan semilir angin pegunungan menyambut setiap pelancong yang menginjakkan kaki di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Namun, bukan hanya kesejukan udara yang menjadi daya tarik utama desa ini.

Aroma khas yang menyengat sekaligus menggoda selera dari buah durian menjadi penanda bahwa pengunjung telah sampai di salah satu destinasi wisata agronomi unggulan di Kabupaten Jember: Kampung Durian.

Desa Pakis kini bukan sekadar titik di peta di lereng Gunung Argopuro. Melalui inisiatif warga dan dukungan pemerintah daerah, kawasan ini telah bertransformasi menjadi magnet bagi para pencinta buah “raja segala buah”.

Varietas lokal Desa Pakis dikenal memiliki karakteristik unik, seperti daging buah yang tebal, tekstur lembut dan creamy, serta perpaduan rasa manis dengan sedikit pahit yang seimbang.

“Durian Pakis punya ciri khas rasa yang ‘nendang’. Karena pohonnya rata-rata sudah berusia puluhan tahun dan tumbuh di ketinggian yang pas, kualitas rasanya sulit ditandingi oleh durian dari daerah lain,” ujar Hasan, salah satu tokoh pengelola wisata lokal.

Para pengunjung dapat memilih sendiri buah durian yang baru saja jatuh dari pohon, sebuah jaminan kesegaran yang sulit ditemukan di supermarket kota besar.

Keberhasilan Kampung Durian di Desa Pakis tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat. Wisata ini dikelola dengan konsep pemberdayaan, di mana setiap rumah warga dapat menjadi gerai penjualan sekaligus tempat edukasi bagi wisatawan.

Selain menikmati buah segar, pengunjung juga dapat menyaksikan proses pembibitan hingga perawatan pohon durian. Hal ini memberikan nilai tambah, terutama bagi keluarga yang ingin memberikan edukasi alam kepada anak-anak.

Meskipun berada di wilayah perbukitan, akses menuju Desa Pakis terus dibenahi. Jalanan berkelok menyuguhkan pemandangan hutan dan hamparan sawah hijau yang memanjakan mata.

Di lokasi wisata, tersedia berbagai fasilitas penunjang, seperti gazebo bambu untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati durian, area berkemah yang berada di dekat aliran sungai, spot foto dengan latar pegunungan dan pohon durian berukuran besar, serta warung kuliner lokal yang menyajikan hidangan tradisional khas pedesaan.

Pemerintah Desa Pakis menyadari bahwa untuk mempertahankan popularitas Kampung Durian, inovasi harus terus dilakukan. Saat ini, fokus pengembangan diarahkan pada penyediaan homestay yang representatif agar wisatawan dapat merasakan pengalaman menginap di tengah kebun durian.

“Harapan kami, Kampung Durian Pakis tidak hanya dikenal saat musim panen saja, tetapi menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan wisata air terjun dan jalur pendakian di sekitar Kecamatan Panti,” tambah Zaeni, Kepala Desa Pakis.

Bagi masyarakat yang merencanakan liburan Hari Raya Idulfitri, Kampung Durian Desa Pakis menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Pada periode ini, pengunjung dipastikan dapat menikmati durian segar karena bertepatan dengan musim panen raya. (jha)