Target 8.000 Titik PJU: Upaya Pemkab Jember Terangi Desa di Tahun 2026
- 16 Maret 2026
- Dibaca 271 Kali
Bagikan Via:
Target 8.000 Titik PJU: Upaya Pemkab Jember Terangi Desa di Tahun 2026
JEMBER, 16 MARET 2026 - Komitmen percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan keamanan lingkungan menjadi fokus utama dalam agenda Reses Persidangan I Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Jember, Agung Budiman, S.T.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, pada Sabtu, 14 Maret 2026. ini menjadi ruang dialog strategis antara legislatif dan konstituen.
Setelah keberhasilan program standardisasi jalan (aspal dan paving) di wilayah Dapil 2, fokus pembangunan kini diarahkan pada penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU). Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan jalan di malam hari.
Agung Budiman menyampaikan bahwa dalam APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan telah mengalokasikan pengadaan sekitar 8.000 titik PJU yang akan didistribusikan secara proporsional.
"Jalan sudah bagus, sekarang tinggal penerangannya. Saya minta warga langsung shareloc lokasi-lokasi yang masih gelap. Mumpung di APBD 2026 ada kuota besar, kita harus pastikan warga Pecoro dan sekitarnya mendapat manfaat ini," ungkap Agung di hadapan warga.
Sebagai anggota Komisi C yang membidangi infrastruktur, Agung menegaskan fungsi pengawasan terhadap para kontraktor. Perhatian khusus diberikan pada proyek tahun anggaran 2025 yang saat ini berada dalam masa perawatan, terutama infrastruktur yang terdampak bencana di wilayah Rambipuji.
Ia menekankan bahwa masa perawatan adalah tanggung jawab mutlak rekanan untuk memastikan fungsi fasilitas umum tetap prima.
"Kami minta kontraktor segera memperbaiki kerusakan pasca-bencana. Jangan sampai asas manfaat yang dirasakan masyarakat terhambat karena lambatnya perbaikan di masa perawatan ini," tegas legislator dari fraksi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Agung juga melakukan edukasi terkait kondisi fiskal daerah. Penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar kurang lebih Rp350 miliar menjadi tantangan serius yang dapat berimplikasi pada pengurangan volume pembangunan fisik di masa mendatang.
Oleh karena itu, kesadaran kolektif dalam pemenuhan kewajiban pajak menjadi kunci utama stabilitas pembangunan Jember.
"Kalau masyarakat tertib pajak, PAD kita naik, pembangunan pun akan tetap melaju kencang. Mari kita bangun Jember secara bersama-sama," pungkasnya. (gil)