logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Jember Darurat Sampah, RT-RW Jemberlor Diajak Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Mandiri

  • 02 Juni 2026
  • Dibaca 135 Kali
Bagikan Via:
jember-darurat-sampah-rt-rw-jemberlor-diajak-jadi-garda-terdepan-pengelolaan-mandiri-20260602

Jember Darurat Sampah, RT-RW Jemberlor Diajak Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Mandiri

JEMBER, 02 JUNI 2026 – Ancaman krisis sampah di Kabupaten Jember semakin nyata. Rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari yang sudah mengalami over kapasitas menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat untuk segera berbenah dalam pengelolaan sampah.

Menyikapi arahan Bupati Jember, Gus Fawait, agar setiap desa dan kelurahan mampu mengelola sampah secara mandiri, Pemerintah Kelurahan Jemberlor bergerak cepat dengan mengajak para Ketua RT dan RW menjadi garda terdepan perubahan di lingkungan masing-masing.

Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan pembinaan RT dan RW se-Kelurahan Jemberlor yang digelar pada Senin, 01 Juni 2026 malam. Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta itu menjadi forum strategis untuk membahas berbagai persoalan lingkungan, mulai dari sampah, saluran air, ketertiban pedagang kaki lima hingga keamanan lingkungan.

Lurah Jemberlor, Moh. Zaim Ilmi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan TPA. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari rumah tangga melalui budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

"RT dan RW memiliki peran penting sebagai penggerak masyarakat. Jika pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan terkecil, maka beban TPA dapat berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih," ujarnya.

Dalam forum tersebut, para peserta juga diajak untuk mendorong kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan serta mulai menerapkan pola pengelolaan sampah mandiri di tingkat lingkungan.

Selain isu sampah, sejumlah persoalan lain turut menjadi perhatian, seperti kondisi saluran air yang tersumbat dan berpotensi menimbulkan genangan saat musim hujan. Pemerintah Kelurahan Jemberlor berkomitmen menindaklanjuti berbagai masukan warga melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Aspek keamanan lingkungan juga menjadi pembahasan penting. Bersama Bhabinkamtibmas, pemerintah kelurahan mengajak RT dan RW mengaktifkan kembali ronda malam dan memperkuat sistem keamanan lingkungan guna menjaga ketertiban masyarakat.

Ilmi berharap hasil pembinaan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi menjadi gerakan nyata di setiap lingkungan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk darurat sampah yang kini mengancam Jember.

"Kalau setiap lingkungan mampu mengelola sampahnya sendiri, ancaman krisis sampah bisa ditekan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman," tegasnya.

Di tengah ancaman penuh sesaknya TPA Pakusari, langkah Kelurahan Jemberlor dinilai menjadi contoh awal bagaimana kesadaran kolektif dan gerakan dari tingkat RT-RW dapat menjadi solusi nyata menghadapi darurat sampah di Jember. (rus)

Galeri Foto