logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Jember Dorong Pesantren Segera Bentuk Poskestren, Dinkes Siapkan Pendampingan

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
jember-dorong-pesantren-segera-bentuk-poskestren-dinkes-siapkan-pendampingan-20261002

Jember Dorong Pesantren Segera Bentuk Poskestren, Dinkes Siapkan Pendampingan

JEMBER, 01 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren melalui program Pesantren Sehat. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah mendorong lebih banyak pesantren memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sebagai wadah pelayanan dan pemberdayaan kesehatan di lingkungan pesantren.

Upaya tersebut dibahas dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat Kabupaten Jember yang digelar Rabu, 30 September 2026, di Aula Bawah Pemkab Jember. Kegiatan diselenggarakan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, akademisi, organisasi masyarakat, CSR, BPOM, Baznas, TP PKK, rumah sakit, Kementerian Agama, serta lintas program terkait.

Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memperkuat pembinaan pesantren sekaligus memastikan program Pesantren Sehat dapat berjalan secara berkelanjutan. Dari sekitar 700 pesantren yang ada di Kabupaten Jember, saat ini tercatat 69 pesantren telah memiliki Poskestren. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses dan pemberdayaan kesehatan di lingkungan pesantren.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, S.H., mengatakan pesantren yang belum memiliki Poskestren diharapkan segera membentuk Poskestren dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia. Menurutnya, pembentukan Poskestren perlu disertai pendampingan dan evaluasi agar program tidak berhenti setelah pembentukan.

“Kami berharap melalui koordinasi ini, pesantren yang belum memiliki Poskestren dapat segera membentuknya dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia. Selain itu, diperlukan pendampingan dari Dinas Kesehatan serta evaluasi secara berkala agar program ini dapat terus dipantau dan berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pendampingan dan pembinaan Poskestren nantinya dilakukan melalui puskesmas di masing-masing wilayah. Dengan pola tersebut, pembinaan dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta permasalahan kesehatan yang dihadapi masing-masing pesantren.

Penguatan Poskestren juga tidak berdiri sendiri. Pelaksanaannya akan didukung melalui kolaborasi lintas sektor sehingga pesantren dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhan. Keterlibatan Kemenag, OPD, rumah sakit, akademisi, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga unsur lainnya diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan kesehatan pesantren.

Ke depan, keberadaan Poskestren diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan pesantren. Melalui pendampingan puskesmas dan evaluasi berkala, program Pesantren Sehat di Jember diarahkan agar semakin terukur, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat bagi santri dan seluruh warga pesantren. (fam)

Galeri Foto