Jember Percepat Irpom, 40 Titik Disiapkan untuk Amankan Air Pertanian
- 13 Agustus 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Jember Percepat Irpom, 40 Titik Disiapkan untuk Amankan Air Pertanian
JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 - Ketersediaan air menjadi salah satu perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian Jember. Di tengah potensi kekeringan, pemerintah tidak hanya menunggu kondisi memburuk, tetapi mulai memperkuat infrastruktur air dari tingkat perencanaan hingga kesiapan kelompok tani.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan saat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember menerima kunjungan jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan, Kamis, 13 Agustus 2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai di ruang Kepala Dinas TPHP Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., dan turut dihadiri Kepala Bidang Perkebunan Rudi Indrawan, S.P., M.P.
Dari jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., Direktur Pelindungan Perkebunan Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro, M.Sc., serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian Brigjen TNI Arif Hendro Djatmiko H.S., S.M., beserta jajaran.
Salah satu langkah yang dibahas ialah percepatan usulan 40 titik irigasi perpompaan (irpom) bagi kelompok tani. Kesiapan administrasi dan pemenuhan persyaratan menjadi perhatian agar dukungan tersebut dapat segera diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.
“Insyaallah 40 titik sudah irpom,” demikian disampaikan dalam pembahasan mengenai kesiapan usulan tersebut.
Pembahasan juga menyoroti bahwa pembangunan sumber air tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat kebutuhan pompa. Kondisi sumber air, karakter wilayah, kedalaman sumur, hingga kebutuhan jaringan pendukung perlu diperhitungkan sejak awal. Hal ini penting karena kondisi sumber air di setiap wilayah tidak sama.
“Kalau di daerah yang dataran rendah seperti ini, 60, 70 dah. Nah itu susah airnya itu. Kalau di dataran tinggi itu sekitar 120,” ungkap salah satu pihak dalam pembahasan.
Selain irpom, peluang dukungan melalui anggaran belanja tambahan (ABT) juga dibicarakan sebagai opsi memperkuat penyediaan air untuk sawah maupun kebun. Skema tersebut turut diarahkan untuk mendukung pembangunan sumur beserta pompa dan jaringan perpipaannya.
Bagi Dinas TPHP Jember, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting agar program penyediaan air tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Ketepatan lokasi, kesiapan kelompok tani, dan kesesuaian kebutuhan lapangan menjadi dasar agar infrastruktur yang dibangun benar-benar mampu menjaga produktivitas pertanian. (fan)