Jember Sudah Penuhi Target Tebu, Potensi Tambahan Lahan Mulai Dipetakan
- 14 Agustus 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Jember Sudah Penuhi Target Tebu, Potensi Tambahan Lahan Mulai Dipetakan
JEMBER, 14 AGUSTUS 2026 - Pemerintah terus memetakan potensi tambahan lahan untuk pengembangan tebu di Kabupaten Jember. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program hilirisasi tebu sekaligus mendukung pemenuhan target pengembangan tebu di Jawa Timur.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan hilirisasi tebu yang dihadiri Direktur Perlindungan Perkebunan Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro, M.Sc. Dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember hadir Kepala DTPHP, Djamil, di Aula DTPHP, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, pemerintah bersama pabrik gula, koperasi dan mitra penyedia benih melakukan inventarisasi terhadap potensi CPCL yang masih dapat diusulkan.
Jember sebelumnya telah dinyatakan memenuhi target pengembangan tebu. Namun, kondisi tersebut tidak membuat proses pengembangan berhenti. Pemerintah masih membuka peluang bagi adanya tambahan lahan yang potensial.
Direktur Perlindungan Perkebunan Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan, tambahan CPCL dari Jember nantinya dapat menjadi bagian dari upaya membantu wilayah lain yang masih belum memenuhi target.
"Kita mohon info lagi, ada tidak yang belum diikutkan, disetorkan, dilaporkan untuk bisa kita dapatkan tambahan. Syukur-syukur itu ada jadinya di Jember," katanya.
Sejumlah mitra kemudian menyampaikan potensi tambahan lahan. PG Semboro menyebut peluang tambahan sekitar 10 hektare, sedangkan PG Glenmore menyampaikan potensi sekitar 30 hektare di wilayah Jember. Ada pula pembahasan mengenai potensi lahan dari mitra lainnya yang masih akan diverifikasi.
Selain mengejar tambahan luasan, pemerintah juga menekankan pentingnya ketepatan data agar tidak terjadi pendataan ganda antara pabrik gula, koperasi maupun mitra lainnya.
Hendratmojo meminta agar data lokasi lahan segera dikomunikasikan dengan penyuluh pertanian di wilayah masing-masing. Dengan begitu, petani tidak perlu datang satu per satu untuk mengurus proses pendataan.
"Kalau bisa dikumpulkan petani yang belum terdaftar, nanti PPL dan dinas yang mendatangi. Jadi biar tidak satu orang susah-susah memikirkan ke mana, kita yang mendatangi," jelasnya.
Kepala DTPHP Jember, Djamil, menegaskan pihaknya akan mendukung proses verifikasi dan pendampingan di lapangan.
"Kami siap mengawal bersama penyuluh. Data yang sudah ada akan kami sinkronkan dengan kondisi lapangan, sehingga tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga memastikan lahan dan petaninya benar-benar siap," ujar Djamil.
Selain CPCL, kesiapan waktu tanam juga menjadi perhatian. Pemerintah meminta setiap usulan mencantumkan rencana pembukaan lahan dan waktu tanam agar dapat diselaraskan dengan jadwal penyaluran benih.
Langkah tersebut diharapkan membuat program pengembangan tebu lebih efektif, sekaligus memastikan dukungan pemerintah benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan. (ima)