KACA Bantu Anak Lebih Terbuka kepada Ayah, Triyono Rasakan Perubahan dalam Keluarga
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
KACA Bantu Anak Lebih Terbuka kepada Ayah, Triyono Rasakan Perubahan dalam Keluarga
JEMBER, 15 OKTOBER 2026 – Membangun komunikasi yang terbuka antara ayah dan anak menjadi salah satu tantangan dalam kehidupan keluarga. Tidak semua anak mudah menyampaikan perasaan atau menceritakan masalah yang dihadapi kepada ayahnya. Pengalaman berbeda dirasakan Triyono, salah satu wali murid SMPN 2 Gumukmas yang mulai merasakan perubahan dalam hubungan dengan anak perempuannya melalui Komunitas Ayah Cinta Anak (KACA).
Triyono menyampaikan pengalamannya saat kunjungan Bidang Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (PPKBKS) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember ke SMPN 2 Gumukmas. Rabu (14/10/2026). Ia menceritakan bagaimana keterlibatan ayah dalam kegiatan sekolah menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan yang sebelumnya belum sepenuhnya terjalin.
KACA merupakan inovasi yang dikembangkan SMPN 2 Gumukmas untuk mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam sebulan, bertepatan dengan Jumat Manis atau Jumat Legi. Para ayah mengantarkan anak ke sekolah dan mengikuti istigasah atau mengaji bersama di halaman sekolah sebelum pembelajaran dimulai.
Bagi Triyono, kegiatan tersebut bukan hanya tentang hadir di sekolah bersama anak. Lebih dari itu, keterlibatan ayah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan emosional dan membangun suasana yang membuat anak merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan orang tuanya.
“Di sini kita membangun kedekatan antara figur seorang ayah dengan anak. Biasanya anak tidak mau terbuka, sekarang jadi lebih terbuka. Apalagi anak saya perempuan, yang tadinya agak canggung, sekarang lebih santai. Jadi, kalau ada permasalahan, anak tidak canggung lagi untuk bercerita kepada saya,” ungkap Triyono, yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Perubahan yang dirasakan Triyono menunjukkan bahwa kedekatan ayah dan anak dapat tumbuh melalui keterlibatan yang dilakukan secara rutin. Ketika hubungan terasa lebih nyaman, anak memiliki kesempatan untuk menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang dihadapinya tanpa merasa terlalu canggung.
Keterbukaan tersebut menjadi bagian penting dalam hubungan keluarga. Dengan komunikasi yang lebih baik, orang tua dapat lebih memahami kondisi dan kebutuhan anak, sementara anak memiliki ruang untuk mendapatkan perhatian serta pendampingan ketika menghadapi masalah.
Melalui KACA, SMPN 2 Gumukmas berupaya mendorong ayah agar tidak hanya hadir sebagai pencari nafkah, tetapi juga menjadi sosok yang terlibat dalam pengasuhan dan perkembangan anak. Kegiatan mengantar anak ke sekolah serta mengikuti istigasah bersama menjadi salah satu cara membangun pengalaman bersama yang positif.
Inovasi ini turut mendukung GATI melalui penguatan peran ayah dalam kehidupan keluarga. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membantu membangun hubungan yang lebih dekat, termasuk mendorong anak agar lebih nyaman berkomunikasi dengan ayah.
Pengalaman Triyono menjadi gambaran bahwa kehadiran ayah dapat memberikan ruang bagi tumbuhnya kepercayaan dalam keluarga. Melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama, hubungan ayah dan anak diharapkan semakin erat sehingga anak merasa lebih nyaman untuk berbagi cerita dan menghadapi persoalan dengan dukungan orang tua.nay