Melihat Jejak Semangat Gus Fawait di Tajemtra 2026, Rela Diinfus demi Ikut Jalan Bareng Peserta
- 07 September 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Melihat Jejak Semangat Gus Fawait di Tajemtra 2026, Rela Diinfus demi Ikut Jalan Bareng Peserta
JEMBER, 07 SEPTEMBER 2026 - Gelaran Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 05 September 2026 pekan kemarin, ternyata meninggalkan cerita menarik. Di tengah riuh ribuan peserta yang menempuh rute 30 kilometer dari Alun-Alun Tanggul hingga garis finis di Alun-Alun Jember, ada kisah totalitas Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E, M.Sc..
Keputusan bupati untuk turun langsung berjalan bersama masyarakat tersebut menjadi momen yang menyita perhatian. Anjuran dokter agar tidak mengikuti jalan kaki sepanjang 30 kilometer ternyata tak membuat Gus Fawait memilih berada di luar barisan. Di tengah kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya prima, ia tetap memilih berada di tengah-tengah warganya.
“Menurut dokter saya dianjurkan tidak mengikuti Tajemtra. Tapi saya tidak ingin kalau tidak membersamai masyarakat yang menjadi peserta Tajemtra,” ujar Gus Fawait, sapaan Muhammad Fawait.
Bahkan, ia mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti kegiatan tersebut, dirinya masih harus menjalani perawatan medis.
“Tadi saya masih diinfus. Saya bilang, saya tidak mungkin tidak membersamai orang-orang dan masyarakat Jember, dari kecamatan, puskesmas, sekolah, rumah sakit, dan semuanya,” katanya, dikutip Senin, 07 September 2026.
Dari kawasan Alun-Alun Tanggul pada Sabtu siang, Gus Fawait tidak hanya melepas ribuan warga dari garis start, tetapi juga memilih ikut berjalan dan menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut. Suasana Tajemtra pun terasa semakin semarak ketika jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, pelajar, masyarakat umum, DPRD Jember, hingga para ketua partai politik melebur dalam satu barisan.
Bagi Gus Fawait, Tajemtra bukan sekadar kegiatan jalan kaki sejauh sekitar 30 kilometer, melainkan ajang menyatukan semangat kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, ia meminta peserta tidak hanya mengejar garis finis, tetapi juga memperhatikan kondisi orang-orang di sekitarnya.
“Gak usah panjang-panjang, kita jalan bareng-bareng. Kalau ada yang semaput, harus saling bantu. Karena Tajemtra ini filosofinya adalah gotong royong,” tegasnya.
Pesan tersebut terasa relevan di tengah lautan peserta yang menempuh jarak puluhan kilometer. Berdasarkan data yang disampaikan organisasi perangkat daerah (OPD), hampir 26 ribu orang ambil bagian dalam perhelatan ini. Jumlah tersebut mencatatkan rekor terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan Tajemtra.
“Berdasarkan data dari OPD, Tajemtra terbanyak dan terbesar pesertanya adalah tahun 2026,” kata Gus Fawait.
Di tengah hadirnya puluhan ribu peserta dari berbagai latar belakang tersebut, Gus Fawait memilih posisi yang sederhana: berjalan bersama masyarakatnya hingga akhir perjalanan. (rus)