Kader PKK Bintoro Siap Terapkan Pemasaran Berbasis AI untuk Kembangkan Beras Analog Mocaf
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Kader PKK Bintoro Siap Terapkan Pemasaran Berbasis AI untuk Kembangkan Beras Analog Mocaf
JEMBER, 01 OKTOBER 2026 - Setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan pangan sehat, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Bintoro mulai menyiapkan langkah lanjutan. Mereka tidak hanya didorong mengenalkan beras analog berbahan modified cassava flour (mocaf) sebagai alternatif pangan, tetapi juga dibekali kemampuan memasarkan produk dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut kolaborasi Program Promahadesa Bintoro 2026 dan Puskesmas Banjarsengon yang sebelumnya digelar di Pendopo Kelurahan Bintoro. Kegiatan itu menggabungkan edukasi pangan sehat dengan penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan produk lokal secara mandiri.
Beras analog berbahan mocaf diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pangan pengganti beras konvensional. Produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung pola konsumsi yang lebih sehat karena mengandung serat, bebas gluten, dan memiliki indeks glikemik yang rendah.
Selain aspek kesehatan, tindak lanjut kegiatan kini diarahkan pada hilirisasi produk dan penguatan ekonomi kreatif warga. Para kader PKK Kelurahan Bintoro mendapatkan keterampilan mengenai manajemen pemasaran serta pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan produk.
Teknologi AI dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan identitas produk, mulai dari desain logo, kemasan, hingga label nutrisi. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membuat produk olahan mocaf rumahan tampil lebih menarik, memiliki nilai jual lebih tinggi, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Lurah Bintoro, Pairi, S.T., M.Si., mengapresiasi dampak positif yang dirasakan masyarakat setelah kegiatan tersebut. Menurut dia, inovasi pangan berbasis potensi lokal tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari teman-teman Promahadesa Bintoro 2026 bersama Puskesmas Banjarsengon. Sosialisasi beras analog berbahan mocaf ini bukan sekadar ikhtiar menjaga kesehatan untuk mencegah Diabetes Melitus Tipe 2, tetapi juga langkah nyata memberdayakan perempuan dan kader PKK melalui pemanfaatan teknologi AI dalam mengemas produk lokal agar bernilai jual tinggi,” ujar Pairi.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Bintoro, Waqiah, mengatakan para kader menunjukkan antusiasme tinggi karena materi yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pengembangan produk.
“Ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena materinya sangat aplikatif. Mulai dari bagaimana menyajikan makanan sehat untuk keluarga tercinta guna mencegah diabetes, hingga bagaimana memasarkannya dengan bantuan teknologi AI untuk pembuatan label produk. Ini membuktikan bahwa kader PKK siap mengikuti perkembangan zaman dan mandiri secara ekonomi,” ungkap Waqiah.
Pasca kegiatan tersebut, kader PKK Kelurahan Bintoro diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai pangan sehat. Mereka juga didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan edukasi mengenai pilihan pangan serta mengembangkan produk olahan mocaf yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan demikian, pengembangan beras analog mocaf diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi sehat dan membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. (fzr)