Sigap Telusuri Risiko DBD, PJ Surveilans dan PJ DBD Puskesmas Jelbuk Turun Langsung ke Desa Jelbuk
- 20 Oktober 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Sigap Telusuri Risiko DBD, PJ Surveilans dan PJ DBD Puskesmas Jelbuk Turun Langsung ke Desa Jelbuk
Sebagai langkah cepat dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Jelbuk melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) DBD di Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk, yaitu Penanggung Jawab (PJ) Surveilans dan Penanggung Jawab (PJ) DBD sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat deteksi dini serta pengendalian penyakit menular di wilayah kerja Puskesmas Jelbuk.
Penyelidikan epidemiologi (PE) DBD yang dilaksanakan Selasa, 20 Oktober 2026 ini merupakan langkah penting untuk menelusuri potensi penularan DBD, mengidentifikasi faktor risiko di lingkungan sekitar, serta menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan. Melalui kegiatan ini, petugas melakukan penelusuran epidemiologi dan pengamatan kondisi lingkungan di sekitar lokasi yang menjadi sasaran penyelidikan, khususnya terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, sebagai vektor penular penyakit DBD.
Keterlibatan PJ Surveilans, Ibu Fenny Hotimatul dan PJ DBD, Bapak Egis Surahman dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pemantauan penyakit secara terarah dan berkelanjutan. Surveilans berperan dalam pengumpulan serta analisis informasi kesehatan untuk mendukung deteksi dini, sedangkan upaya pengendalian DBD difokuskan pada identifikasi faktor risiko dan penentuan langkah pencegahan sesuai hasil penyelidikan epidemiologi.
Selain melakukan penelusuran di lapangan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. Masyarakat diimbau menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air. Upaya tersebut perlu disertai langkah pencegahan lain yang sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Puskesmas Jelbuk mengajak seluruh masyarakat Desa Jelbuk untuk tidak hanya mengandalkan tindakan ketika kasus DBD ditemukan, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk. Peran aktif masyarakat, dukungan kader kesehatan, serta koordinasi dengan pemerintah desa merupakan bagian penting dalam mewujudkan pencegahan DBD yang efektif.
Melalui kegiatan penyelidikan epidemiologi ini, Puskesmas Jelbuk terus memperkuat upaya deteksi dini, pemantauan, dan pengendalian DBD sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat. Sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan serta mendorong tindakan pencegahan yang lebih cepat dan tepat.