Sinergi Penyuluh dan Industri Pupuk, Kunci Penguatan Layanan Pertanian di Jember
- 14 April 2026
- Dibaca 198 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Penyuluh dan Industri Pupuk, Kunci Penguatan Layanan Pertanian di Jember
JEMBER, 14 APRIL 2026 - Sinergi antara penyuluh pertanian dan industri pupuk menjadi faktor kunci dalam memperkuat layanan pertanian di Kabupaten Jember. Kolaborasi ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Jember dengan PT Pupuk Indonesia serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari seluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Jember.
Forum yang digelar di aula dinas setempat pada Senin, 13 April 2026, itu menitikberatkan pada pentingnya penyelarasan antara distribusi pupuk dan kebutuhan riil petani di lapangan. Dalam skema ini, penyuluh memegang peran strategis sebagai penghubung antara industri dan petani.
Account Executive wilayah Jember PT Pupuk Indonesia, Slamet Saputra, menegaskan bahwa efektivitas distribusi pupuk sangat bergantung pada informasi yang disampaikan penyuluh dari lapangan. Menurut dia, penyuluh menjadi pihak yang paling memahami kebutuhan petani secara langsung.
“Kami ingin memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai kebutuhan di lapangan, dan peran PPL sangat penting dalam menjembatani hal itu,” ujarnya.
Dari sisi lapangan, perwakilan PPL yang dipimpin Bestyan Fikri Diyah Ghoriza dari BPP Ajung serta Pradopo Kresnayana dari BPP Arjasa mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi petani, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga kendala teknis. Masukan tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan dan distribusi pupuk lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian, Moch. Kosim, menilai kolaborasi antara penyuluh dan industri pupuk harus terus diperkuat. Ia menyebut, tanpa sinergi yang solid, layanan pertanian berpotensi tidak optimal.
“Rapat ini menjadi wadah untuk menyatukan langkah antara penyuluh, pemerintah, dan penyedia pupuk agar pelayanan kepada petani semakin optimal,” kata Kosim.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen dalam rantai produksi menjadi strategi penting di tengah kompleksitas sektor pertanian. Dengan sinergi yang kuat, distribusi pupuk diharapkan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan petani secara cepat dan tepat.
Pemerintah daerah pun menilai, penguatan peran penyuluh yang didukung oleh industri pupuk akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Jember. (ima)