logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Dari Gugup Jadi Berani, Guru PAUD Jember Naik Level!

  • 30 April 2026
  • Dibaca 222 Kali
Bagikan Via:
dari-gugup-jadi-berani-guru-paud-jember-naik-level-20260430

Dari Gugup Jadi Berani, Guru PAUD Jember Naik Level!

JEMBER, 29 APRIL 2026 - Pagi itu, Rabu, 29 April 2026, Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tidak sekadar dipenuhi kursi dan peserta. Ia dipenuhi harapan. Sebanyak 397 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai penjuru Jember datang membawa satu tujuan yang sama: menjadi lebih percaya diri demi anak-anak yang mereka didik setiap hari.

Di ruang itulah, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Jember menggelar workshop bertajuk “Speak Up with Confidence”. Sebagian besar peserta merupakan pengurus kecamatan, sekitar 350 orang, sementara lainnya adalah guru PAUD non-pengurus yang turut antusias mengikuti kegiatan ini.

Namun, lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini adalah refleksi dari kesadaran penting: bahwa masa depan anak bangsa sangat ditentukan oleh kualitas guru di usia paling dini.

Ketua Himpaudi Jember, Dra. Sri Windaryati, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan agenda spontan. Ia merupakan bagian dari program kerja tahun 2026 yang telah dirumuskan sejak Musyawarah Daerah pada Desember 2025.

“Program ini lahir dari kebutuhan nyata guru PAUD. Kami melihat bahwa kepercayaan diri menjadi salah satu kunci utama dalam proses mengajar anak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, mengajar anak usia 0–5 tahun bukan sekadar menyampaikan materi. Guru harus mampu menghadirkan rasa aman, menciptakan suasana menyenangkan, sekaligus menjadi sosok yang bisa menenangkan anak ketika mereka gelisah. Semua itu tidak bisa dilepaskan dari satu hal mendasar: kepercayaan diri.

Melalui workshop ini, para guru dilatih menjadi dirigen dan master of ceremony (MC). Mereka belajar mengatur intonasi suara, mengelola ekspresi, serta membangun komunikasi yang efektif. Hal-hal yang tampak sederhana itu justru menjadi fondasi kuat dalam membangun interaksi dengan anak-anak.

Dalam pelaksanaannya, workshop ini menghadirkan narasumber Putra Wijaya, S.Pd., penyiar RRI Jember yang membagikan pengalaman dan teknik komunikasi praktis kepada para peserta. Dari cara mengolah suara hingga membangun kepercayaan diri di depan audiens, para guru diajak keluar dari zona nyaman mereka.

Di dalam ruangan, suasana terasa hidup. Tawa pecah ketika peserta mencoba menjadi MC, tepuk tangan mengiringi mereka yang berani tampil ke depan, dan rasa gugup perlahan berubah menjadi keberanian. Proses itu sederhana, tetapi dampaknya besar.

Seorang guru yang percaya diri tidak hanya lebih mudah mengendalikan kelas, tetapi juga mampu menghadirkan energi positif yang dirasakan langsung oleh anak-anak. Anak usia dini adalah peniru ulung. Mereka menyerap ekspresi, emosi, dan cara berkomunikasi dari guru mereka. Ketika guru tampil yakin dan hangat, anak-anak pun merasa aman untuk belajar dan berkembang.

Himpaudi sebagai organisasi profesi memahami betul pentingnya peran ini. Di Kabupaten Jember, Himpaudi menaungi tiga jenis layanan utama, yakni Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Tempat Penitipan Anak (TPA), dengan total sekitar 1.800 layanan. Jumlah anggota mencapai 840 orang, mencerminkan luasnya jangkauan dan tanggung jawab organisasi ini.

Sebagai organisasi yang memiliki sistem sendiri di daerah, Himpaudi juga menerapkan aturan regenerasi kepengurusan setiap empat tahun sekali. Selain itu, evaluasi program dilakukan rutin setiap bulan untuk memastikan setiap kegiatan tetap relevan dengan kebutuhan guru.

Sri Windaryati mengakui bahwa keberagaman latar belakang anggota menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia tidak melihatnya sebagai hambatan.

“Keberagaman itu justru membuat kami terus belajar. Kami harus menemukan cara berkomunikasi yang tepat agar semua bisa berkembang bersama,” katanya.

Kekuatan Himpaudi Jember juga terletak pada sinergi yang terbangun dengan pemerintah daerah. Ia menyebut Kepala Dinas Pendidikan, Arief Tyahyono, sebagai sosok yang selalu memberikan dukungan terhadap berbagai program peningkatan kapasitas guru.

Tak kalah penting, peran Bupati Jember, Gus Fawait, yang secara aktif melibatkan Himpaudi dalam berbagai program lintas sektor bersama Ning Gita. Salah satu contohnya adalah program Mitra Keluarga Harmonis yang telah digelar dua kali dan melibatkan Himpaudi sebagai narasumber sekaligus peserta utama.

Keterlibatan ini bukan tanpa alasan. Kabupaten Jember saat ini tengah fokus pada penanganan stunting, yang erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak usia dini. Dalam konteks ini, Himpaudi memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan anak-anak pada fase paling penting dalam kehidupan mereka.

Sri Windaryati juga menyebut bahwa komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Ning Gita dan Dinas Kesehatan, terus dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi yang sehat dan berkarakter.

“Anak usia dini adalah fondasi bangsa. Apa yang kita tanam hari ini akan menentukan masa depan mereka,” ujarnya.

Workshop “Speak Up with Confidence” pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar pelatihan. Ia adalah gerakan kecil yang membawa dampak besar. Ia adalah upaya menyalakan keberanian dalam diri para guru, agar mereka mampu menyalakan semangat yang sama dalam diri anak-anak.

Di akhir kegiatan, para guru tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru. Mereka membawa sesuatu yang lebih dalam: keyakinan bahwa mereka memiliki peran besar dalam membentuk masa depan.

Dari aula sederhana itu, perubahan dimulai. Dari suara yang lebih percaya diri, dari langkah kecil yang berani, dan dari tekad untuk terus belajar.

Karena pada akhirnya, masa depan bangsa tidak hanya dibangun dari kebijakan besar, tetapi dari keberanian seorang guru PAUD yang berdiri di depan kelas, tersenyum, dan berkata dengan penuh keyakinan: “Ayo belajar bersama.”

Galeri Foto