Wamenkes Apresiasi Program Home Care Jember, Siap Jadi Contoh Nasional
- 24 Juli 2026
- Dibaca 123 Kali
Bagikan Via:
Wamenkes Apresiasi Program Home Care Jember, Siap Jadi Contoh Nasional
JEMBER, 24 JULI 2026 - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Oktavianus, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Home Care yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait.
Program ini resmi diluncurkan di halaman Puskesmas Sumberbaru pada Jumat, 24 Juli 2026. Wamenkes menilai inovasi ini sebagai terobosan penting untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Benjamin mengungkapkan kekagumannya karena wilayah Jember yang sangat luas sering menjadi kendala warga saat ingin mengakses fasilitas kesehatan, meskipun cakupan jaminan kesehatan nasional sudah terpenuhi.
"Layanan kesehatan dikatakan bagus jika mudah dijangkau. Wilayah Jember sangat luas. Pak Bupati melihat bahwa warga kurang mampu sering kali tidak memiliki biaya transportasi ke sarana kesehatan. Maka beliau menciptakan terobosan Home Care: yang sakit didatangi, yang tidak mampu dilayani di rumah," ujarnya.
Layanan ini akan diuji coba di 27 lokasi sebagai proyek percontohan. Jika terbukti sukses, Kementerian Kesehatan berencana menjadikan program Home Care Jember sebagai model nasional untuk daerah lain yang memiliki wilayah luas serupa.
Selain membahas Home Care, Wamenkes juga menekankan pentingnya langkah luar biasa dalam penanganan penyakit Tuberkulosis (TB). Hal ini menyusul posisi Indonesia sebagai negara dengan kasus TB tertinggi kedua di dunia, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Strategi tahun ini bukan sekadar mengobati pasien yang sakit, tapi juga melakukan deteksi dini bagi orang di sekitarnya. Akan dilakukan skrining masif dengan tes CKG dan rontgen di 53.335 titik di seluruh Indonesia, di mana Kabupaten Jember mendapat jatah 228 lokasi," jelas Wamenkes.
"Pasien terduga langsung ditangani, sedangkan kontak erat yang sehat akan diberikan obat pencegahan agar kuman TB tidak berkembang di kemudian hari," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, M.Sc, menegaskan bahwa peluncuran program ini adalah wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh warga Jember.
"Jika keluarga mampu bisa memiliki dokter pribadi, kami berupaya agar warga kurang mampu juga berhak mendapatkan pelayanan serupa. Negara dan pemerintah harus hadir di tengah masyarakat," tegasnya.
Target awal program ini menyasar 25.000 hingga 50.000 Kartu Keluarga kurang mampu, khususnya penderita penyakit kronis. Cakupan akan diperluas sesuai kebutuhan dan usulan warga. Masyarakat yang membutuhkan layanan dapat mengajukan permohonan melalui saluran resmi Wadul Gus Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember juga terbuka menerima saran dan masukan dari seluruh lapisan masyarakat demi penyempurnaan program ini di masa mendatang. (psn)