Kader Siap Bawa Bekal Baru untuk Dampingi Ibu Hamil Berisiko di Jember
- 26 Agustus 2026
- Dibaca 130 Kali
Bagikan Via:
Kader Siap Bawa Bekal Baru untuk Dampingi Ibu Hamil Berisiko di Jember
JEMBER, 25 Agustus 2026 – Penguatan kapasitas yang diberikan kepada kader pendamping ibu hamil risiko tinggi (Bumil Risti) diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembekalan, tetapi dapat langsung diterapkan ketika kader kembali mendampingi masyarakat di wilayah masing-masing.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader pendamping Bumil Risti dalam mendukung Program BUAIAN (Bunda Anak Impian) yang digelar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember di Sekretariat IBI Cabang Jember, Senin (24/8/2026).
Sebanyak 100 kader dari 10 Puskesmas yang menjadi perhatian dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) mengikuti pembekalan tersebut. Kader berasal dari Puskesmas Gumukmas, Mumbulsari, Ledokombo, Silo 1, Silo 2, Gladak Pakem, Puger, Ajung, Sukorejo, dan Kencong.
Bagi kader, pembekalan menjadi kesempatan untuk menambah bekal dalam menghadapi kondisi yang ditemui secara langsung di masyarakat. Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga kemampuan kader dalam berkomunikasi, mengenali risiko, dan menentukan kapan harus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan menjadi hal penting dalam proses pendampingan.
Kader dari wilayah Silo, Hotimah, mengatakan materi dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat membantu kader ketika menghadapi kendala saat melakukan pendampingan.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk teman-teman kader. Mungkin cara menghadapi kendala-kendala di masyarakat, kita bisa mendapatkan solusi dari kegiatan ini. Harapannya mudah-mudahan kita kader bisa bantu masyarakat, terutama ibu hamil Risti, untuk kelahiran sehat, ibu sehat, bayi sehat," ujarnya.
Menurut Khotimah, peran kader tidak hanya dibutuhkan ketika ibu hamil mengalami risiko. Semangat pendampingan juga perlu diberikan kepada seluruh ibu hamil agar mereka mendapatkan perhatian dan informasi yang cukup selama masa kehamilan.
"Untuk semua teman-teman kader, semuanya semangat untuk kita mendampingi Bumil Risti maupun tidak," tambahnya.
Bekal yang diberikan dalam kegiatan mencakup teknis pendampingan Bumil KEK dan Risti, pemanfaatan Buku KIA, skrining tuberkulosis (TB), skrining kesehatan jiwa dan penyakit tidak menular (PTM) pada ibu hamil, serta praktik komunikasi efektif.
Materi tersebut menjadi bekal yang dapat digunakan kader ketika melakukan kunjungan maupun berkomunikasi dengan ibu hamil dan keluarga. Kader diharapkan mampu membantu mengidentifikasi kondisi yang perlu mendapat perhatian dan segera menghubungkannya dengan bidan, tenaga gizi, atau Puskesmas apabila ditemukan faktor risiko.
Dengan adanya penguatan tersebut, pendampingan diharapkan menjadi lebih terarah. Kader dapat membantu mengingatkan ibu hamil mengenai pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, konsumsi tablet tambah darah, serta perilaku hidup sehat selama kehamilan.
Selanjutnya, bekal yang diperoleh dalam kegiatan ini akan dibawa kader kembali ke wilayah masing-masing untuk diterapkan dalam pendampingan sehari-hari. Melalui kunjungan dan komunikasi yang lebih aktif, kader diharapkan dapat membantu memastikan ibu hamil berisiko mendapatkan pemantauan dan dukungan yang dibutuhkan.
Penguatan peran kader tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program BUAIAN (Bunda Anak Impian) sekaligus mendukung upaya Dinkes PPKB Kabupaten Jember dalam mencegah komplikasi kehamilan, menekan risiko AKI dan AKB, serta mencegah stunting sejak masa kehamilan.nay