logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Kandang Ayam dan Penggilingan Padi di Lojejer Jadi Perhatian, Dinas Tekankan Perbaikan Pengelolaan

  • 14 April 2026
  • Dibaca 201 Kali
Bagikan Via:
kandang-ayam-dan-penggilingan-padi-di-lojejer-jadi-perhatian-dinas-tekankan-perbaikan-pengelolaan-20260415

Kandang Ayam dan Penggilingan Padi di Lojejer Jadi Perhatian, Dinas Tekankan Perbaikan Pengelolaan

JEMBER, 14 APRIL 2026 – Keberadaan usaha kandang ayam petelur yang berdampingan dengan penggilingan padi di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan bagi warga sekitar.

Pemantauan lapangan dilakukan pada Senin, 13 April 2026 pukul 09.00 WIB oleh tim dari Bidang Peternakan DKPPP Jember. Kegiatan itu turut didampingi Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan serta kepala dusun setempat.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa kandang ayam petelur berada dalam satu lokasi dengan usaha penggilingan padi. Populasi ayam tercatat sekitar 1.500 ekor dan masih tergolong skala usaha kecil. Namun, kombinasi dua aktivitas usaha dalam satu kawasan menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan dampak terhadap lingkungan.

Di sekitar lokasi usaha tersebut terdapat sedikitnya lima kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan kavling baru. Warga menjadi pihak yang terdampak langsung, terutama terkait debu dari aktivitas penggilingan padi serta potensi pencemaran udara.

Dampak tersebut semakin dirasakan saat musim panen raya yang berlangsung sekitar satu bulan. Pada periode itu, intensitas penggilingan meningkat seiring kebijakan pemerintah dalam menyerap hasil panen petani. Kondisi ini menyebabkan peningkatan debu di lingkungan sekitar.

Sementara itu, terkait limbah peternakan, pemilik usaha telah melakukan sejumlah langkah preventif untuk mengurangi bau dan keberadaan lalat. Meski demikian, upaya tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, drh. Elok Kristanti, dalam kesempatan tersebut memberikan pembinaan kepada pemilik usaha. “Kami mendorong pelaku usaha untuk memperhatikan pengelolaan limbah dan sanitasi kandang,” ujar Elok.

Pembinaan mencakup penerapan good farming practices, seperti pengelolaan limbah kotoran ayam, peningkatan sanitasi kandang, serta pentingnya menjaga hubungan sosial dengan warga sekitar.

Selain itu, pemilik usaha juga diingatkan untuk melengkapi dan memenuhi aspek perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut penting untuk menjamin kepastian hukum serta keberlanjutan usaha ke depan.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi antara pemilik usaha, pemerintah desa, dan instansi terkait. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat. (riz)

Galeri Foto