Oleh : Kecamatan Ajung
KECAMATAN AJUNG SUKSES SALURKAN INSENTIF GURU NGAJI DI TUJUH DESA
- 21 Oktober 2025
- Dibaca 517 Kali
Bagikan Via:
KECAMATAN AJUNG SUKSES SALURKAN INSENTIF GURU NGAJI DI TUJUH DESA
Ajung, Kabupaten Jember, Dalam rangka mendukung kesejahteraan para pendidik agama dan memperkuat peran guru ngaji di tengah masyarakat, Pemerintah Kecamatan Ajung melaksanakan kegiatan pembagian insentif guru ngaji di enam desa secara serentak dan tertib. Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap para pejuang pendidikan nonformal yang telah berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.
Pembagian insentif dilakukan di enam desa yang berada di wilayah Kecamatan Ajung, yaitu Desa Ajung, Pancakarya, Mangaran, Klompangan, Wirowongso, dan Rowoindah, serta Desa Sukamakmur yang turut menyampaikan laporan pelaksanaan secara terpisah. Seluruh kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh rasa kebersamaan antara perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para guru ngaji penerima insentif. Desa AjungKegiatan di Desa Ajung dihadiri oleh 153 orang guru ngaji dari total 163 penerima. Sebanyak 10 orang tidak hadir dengan berbagai alasan, di antaranya 2 orang sakit, 1 orang mengikuti yudisium, 1 orang sedang melangsungkan pernikahan, dan 6 orang lainnya memiliki kepentingan keluarga yang tidak dapat ditinggalkan.Meskipun ada beberapa yang berhalangan hadir, penyaluran tetap berlangsung tertib dengan mekanisme pencairan yang sesuai aturan. Kepala Desa Ajung menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru ngaji atas dedikasi mereka dalam membimbing generasi muda dalam hal keagamaan.“Guru ngaji adalah ujung tombak pendidikan moral dan spiritual di masyarakat. Insentif ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga motivasi agar semangat dakwah dan pengajaran terus tumbuh,” ujar Kepala Desa Ajung. Desa Pancakarya
Dari 128 penerima insentif, tercatat 126 orang hadir dan hanya 2 orang yang berhalangan. Pelaksanaan kegiatan berjalan kondusif di balai desa setempat. Antusiasme para guru ngaji sangat terasa, terlihat dari suasana hangat dan penuh syukur atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.
Perangkat desa juga turut membantu memastikan bahwa proses administrasi, verifikasi, hingga penyerahan dana berjalan tanpa kendala.Desa Mangaran
Di Desa Mangaran, dari 103 penerima insentif, sebanyak 94 orang hadir, sedangkan 9 orang tidak dapat hadir. Rinciannya adalah 4 orang sedang melaksanakan ibadah umrah, 1 orang telah meninggal dunia, 3 orang berhalangan karena sakit, dan 1 orang memiliki urusan pribadi yang mendesak.Momen ini menjadi ajang silaturahmi antar guru ngaji dan perangkat desa. Pihak kecamatan juga memberikan apresiasi kepada keluarga almarhum penerima yang tetap diberi hak insentif sesuai ketentuan.Desa Klompangan
Desa Klompangan mencatat 138 penerima, dengan 131 orang hadir dan 7 orang berhalangan. Adapun alasan ketidakhadiran antara lain 1 menikah, 1 sedang mantu anak, 1 ke Jakarta, 1 ke Bangil, 1 ke Madura, serta 2 orang memiliki urusan keluarga lain.Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pihak kecamatan yang turut memantau pelaksanaan agar berjalan sesuai prosedur. Pemerintah desa menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya soal pencairan dana, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap peran guru ngaji yang telah mendidik anak-anak sejak usia dini. Desa Wirowongso
Desa Wirowongso melaksanakan kegiatan pembagian insentif kepada 82 guru ngaji, dengan 80 orang hadir dan 2 orang tidak hadir karena 1 sakit dan 1 sedang mengajar di waktu bersamaan.Dalam laporan lanjutan, kegiatan tambahan mencatat 81 orang hadir dan 1 orang berhalangan karena sakit. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan mendapat sambutan positif dari para penerima, yang mengaku merasa dihargai dan termotivasi untuk terus mendidik santri di lingkungannya. Desa Rowoindah
Di Desa Rowoindah terdapat 67 penerima insentif, dengan 65 orang hadir dan 2 orang berhalangan. Ketidakhadiran disebabkan oleh 1 orang kehilangan buku rekening dan 1 orang sedang bekerja di luar daerah.Kepala Desa Rowoindah menyampaikan bahwa kendala teknis seperti kehilangan dokumen akan segera ditindaklanjuti agar semua penerima bisa mendapatkan haknya tanpa hambatan. Desa Sukamakmur
Selain tujuh desa di atas, Desa Sukamakmur juga melaporkan pelaksanaan kegiatan pencairan honor guru ngaji. Dari laporan yang diterima, beberapa penerima tidak hadir karena alasan 2 orang sakit, 1 orang kehilangan KTP, 1 orang sedang bepergian, 1 orang melahirkan, 3 orang tanpa keterangan, dan 1 orang kehilangan buku rekening.Meskipun demikian, perangkat desa memastikan seluruh hak para guru ngaji akan disalurkan sesuai prosedur setelah verifikasi administrasi selesai dilakukan.Camat Ajung dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam menjaga moral dan spiritual masyarakat.Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperhatikan kesejahteraan para tenaga pengajar nonformal, terutama yang berkontribusi dalam pendidikan keagamaan di tingkat desa.“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh guru ngaji yang telah mendidik anak-anak kita dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Insentif ini adalah bentuk apresiasi, semoga menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas mulia di tengah masyarakat,” ujar Camat Ajung.Selain itu, pihak kecamatan juga mengingatkan agar laporan kegiatan terus diperbarui secara transparan dan terdokumentasi dengan baik. Pemerintah kecamatan akan terus mendukung program-program pembinaan guru ngaji agar lebih terkoordinasi, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.Kegiatan pembagian insentif ini juga menjadi ajang sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Banyak warga yang turut hadir memberikan dukungan dan apresiasi kepada para guru ngaji yang telah mendidik anak-anak mereka dengan penuh kesabaran.Para guru ngaji penerima insentif menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Mereka berharap kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.“Kami tidak melihat besar kecilnya nominal, tetapi kami merasa dihargai. Terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan kami,” ujar salah satu guru ngaji dari Desa Mangaran.Kegiatan pembagian insentif guru ngaji di Kecamatan Ajung berjalan sukses dan penuh keberkahan. Dari total ratusan penerima di tujuh desa, tingkat kehadiran rata-rata mencapai lebih dari 95 persen, menunjukkan antusiasme dan kesadaran tinggi para penerima akan pentingnya kegiatan ini.Diharapkan, dengan adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, para guru ngaji dapat terus berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak, dan cinta terhadap ilmu agama.