Nutrisi dari Pontang: Petik Panen Padi Nutrizink Jadi Harapan Baru Atasi Stunting di Ambulu
- 14 Maret 2026
- Dibaca 209 Kali
Bagikan Via:
Nutrisi dari Pontang: Petik Panen Padi Nutrizink Jadi Harapan Baru Atasi Stunting di Ambulu
JEMBER, 13 MARET 2026 - Matahari pagi di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, tampak bersahabat saat langkah kaki para petugas pertanian dan petani setempat menuju ke hamparan sawah yang mulai menguning. Tepat pada Jumat, 13 Maret 2026 pagi pukul 08.00 WIB, sebuah aktivitas krusial dimulai.
Hari itu, bukan sekadar panen biasa yang mereka lakukan; di balik bulir-bulir padi yang merunduk tersebut, tersimpan misi besar kesehatan masyarakat melalui pengembangan Padi Nutrizink.
Melalui kegiatan "Petik Panen", tim dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember bersama para petani setempat melakukan proses pengambilan "ubinan".
Bagi khalayak umum, ubinan mungkin terdengar teknis, namun secara sederhana ini adalah cara ilmiah kita untuk memprediksi berapa banyak hasil panen yang akan didapat dalam satu hektare lahan melalui sampel area tertentu.
Mengapa Desa Pontang menjadi pusat perhatian kali ini? Jawabannya terletak pada varietas padi yang ditanam, yakni Inpari IR Nutri Zinc. Berbeda dengan beras putih pada umumnya, varietas ini dirakit khusus secara biofortifikasi untuk memiliki kandungan unsur Zink (Seng) yang jauh lebih tinggi.
Zink adalah komponen krusial yang dibutuhkan tubuh manusia, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Kandungan ini menjadi senjata utama pemerintah dalam menekan angka stunting atau tengkes di Kabupaten Jember. Dengan mengonsumsi beras bernutrisi tinggi ini, diharapkan masyarakat secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan gizi harian melalui makanan pokok yang mereka tanam sendiri di tanah Jember yang subur.
Dalam proses ubinan yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB tadi, suasana kekeluargaan sangat terasa. Petani tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang antusias membuktikan bahwa pertanian bisa berjalan beriringan dengan isu kesehatan.
Berdasarkan angka yang muncul pada timbangan digital di lokasi, seperti yang terlihat menunjukkan angka 5,28 kg untuk satu titik ubinan, hal ini memberikan sinyal positif bahwa produktivitas lahan di Desa Pontang tetap terjaga dengan baik meskipun menggunakan varietas khusus.
Hasil ubinan ini nantinya akan dikonversi untuk melihat potensi hasil riil di seluruh luasan lahan. “Senang sekali melihat semangat petani di sini. Lewat padi Nutrizink ini, mereka bukan sekadar menanam untuk makan, tapi sedang menyiapkan generasi masa depan." ujar Luhur Prayogo, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Jember.
Kegiatan di Desa Pontang ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan DTPHP Kabupaten Jember dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang sekaligus berorientasi pada kesehatan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa stabilitas pangan tidak hanya soal ketersediaan jumlah, tetapi juga kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Ke depan, diharapkan varietas Nutrizink ini dapat semakin meluas penggunaannya di berbagai wilayah di Jember. Dengan pendampingan yang intensif dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), kendala-kendala teknis di tingkat petani dapat dilihat dan dievaluasi, sehingga hasil panen tetap melimpah dan kualitas gizi tetap terjaga.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait, keberhasilan panen di Desa Pontang ini menjadi optimisme baru. Bahwa dari petak sawah yang terhampar di Ambulu, lahirlah generasi Jember yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh. (fan)