logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Belum Usai, BPBD dan PMI Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk Warga Pakusari

  • 15 Oktober 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-belum-usai-bpbd-dan-pmi-jember-salurkan-5000-liter-air-untuk-warga-pakusari-20261015

Kekeringan Belum Usai, BPBD dan PMI Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk Warga Pakusari

JEMBER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jember menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Rabu (14/10/2026).

Distribusi air bersih yang memasuki penyaluran ke-53 tersebut menyasar sekitar 125 kepala keluarga (KK) di RT 02 dan RT 03 RW 13. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

Berdasarkan data di lapangan, sekitar 45 KK dari total 80 KK di RT 02 RW 13 terdampak kekeringan. Sementara itu, di RT 03 RW 13, sebanyak 80 KK dari total sekitar 100 KK turut mengalami kesulitan air bersih.

Kondisi tersebut telah diketahui melalui asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember pada 1 Juli 2026. Memasuki musim kemarau, sumber air warga mengalami penurunan debit sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sebagian sumur milik warga bahkan menghasilkan air keruh bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, terdapat sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman, tetapi belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedianya meteran listrik dan jaringan pipa.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim BPBD Jember bersama PMI Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Tim TRC melakukan pendampingan dalam proses distribusi, sedangkan PMI menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih ke tandon yang tersedia serta kepada warga terdampak.

Personel TRC BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh Dwi Santoso, menjelaskan bahwa penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Di Dusun Bunder, sebagian sumur warga mengalami penurunan debit, bahkan ada yang airnya keruh bercampur lumpur. Karena itu, bantuan air bersih diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujar Didi.

Ia menambahkan, berdasarkan kondisi di lapangan, distribusi air bersih direkomendasikan dilakukan setiap dua hari sekali agar kebutuhan warga tetap terbantu selama kekeringan berlangsung.

“Penyaluran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga, sembari mendorong penanganan lebih lanjut terhadap sumber air yang belum bisa dimanfaatkan,” tambahnya.

Hingga 14 Oktober 2026, total distribusi air bersih untuk penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Jember melalui kegiatan tersebut telah mencapai sekitar 265.000 liter. Penyaluran ke-53 di Desa Sumberpinang ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, PMI Jember, Baznas, perangkat RT/RW, serta warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, tertib, dan kondusif hingga tim kembali ke markas komando.

BPBD Jember terus berupaya merespons laporan masyarakat dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar bantuan air bersih dapat menjangkau warga yang membutuhkan. Selain distribusi darurat, penanganan terhadap sumber air yang belum dapat difungsikan juga menjadi perhatian untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih secara berkelanjutan. (bob)

Galeri Foto