logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Tempurejo

Nyadran di Makam Mbah Andong, Tradisi Turun-temurun yang Terus Dijaga Warga Andongrejo

  • 21 Juni 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
nyadran-di-makam-mbah-andong-tradisi-turun-temurun-yang-terus-dijaga-warga-andongrejo-20260621

Nyadran di Makam Mbah Andong, Tradisi Turun-temurun yang Terus Dijaga Warga Andongrejo

JEMBER, 21 JUNI 2026 - Camat Tempurejo menghadiri pelaksanaan Tradisi Nyadran yang digelar warga Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Kegiatan berlangsung di Makam Mbah Andong pada Sabtu, 20 Juni 2026, mulai pukul 19.00 WIB.

Tradisi tahunan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Muharram, sekaligus sebagai wujud penghormatan dan doa bersama bagi para leluhur yang telah merintis dan membangun desa tersebut. Acara dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, tokoh agama, serta ratusan warga setempat.

Tradisi Nyadran merupakan budaya khas yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Andongrejo dan terus dijaga kelestariannya hingga kini. Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam leluhur, dilanjutkan dengan pembersihan makam atau yang dikenal dengan istilah besik, serta doa bersama demi keselamatan seluruh warga desa.

Ketua Panitia, Teguh Adi Suprapto, menjelaskan bahwa Tradisi Nyadran di Makam Mbah Andong telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

“Tradisi Nyadran di Makam Mbah Andong adalah ritual budaya turun-temurun yang meliputi ziarah, pembersihan makam atau besik, serta doa bersama. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana yang mempererat kebersamaan antarmasyarakat,” ujar Teguh.

Sementara itu, Camat Tempurejo, Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warga Desa Andongrejo yang tetap konsisten menjaga dan melestarikan tradisi nenek moyang di tengah arus perkembangan zaman.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Andongrejo yang masih melestarikan Tradisi Nyadran hingga saat ini. Tradisi ini adalah warisan budaya yang sangat berharga dan wajib terus dijaga. Kita adalah pewaris budaya, sehingga memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” ungkap Muhammad Najmul Huda.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan budaya seperti Nyadran tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi wadah yang memperkuat nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta penghormatan terhadap sejarah dan leluhur desa.

Dengan semangat menyambut Bulan Muharram, masyarakat Desa Andongrejo berharap Tradisi Nyadran senantiasa lestari dan menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang menjadi kebanggaan Kabupaten Jember.

Galeri Foto