logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Antirogo Kawasan Penyangga Kota yang Terus Berkembang, Potensi Wisata Hijau dan UMKM Mulai Bersinar

  • 14 Mei 2026
  • Dibaca 114 Kali
Bagikan Via:
antirogo-kawasan-penyangga-kota-yang-terus-berkembang-potensi-wisata-hijau-dan-umkm-mulai-bersinar-20260514

Antirogo Kawasan Penyangga Kota yang Terus Berkembang, Potensi Wisata Hijau dan UMKM Mulai Bersinar

JEMBER, 14 MEI 2026 - Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, mulai menunjukkan geliat perkembangan sebagai kawasan penyangga kota yang memiliki banyak potensi unggulan. Tidak hanya dikenal sebagai wilayah dengan suasana permukiman yang masih asri, Antirogo kini perlahan berkembang melalui sektor UMKM, pertanian perkotaan, wisata lokal, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

Lurah Antirogo, Teguh Tri Laksono, mengatakan wilayahnya memiliki karakter yang unik karena memadukan suasana perkampungan dengan perkembangan kawasan perkotaan. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk membangun ekonomi warga tanpa meninggalkan identitas lokal masyarakat.

“Antirogo punya banyak potensi yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Mulai dari UMKM rumahan, pertanian kecil warga, lingkungan yang masih hijau, hingga kreativitas anak muda yang terus berkembang,” ujar Teguh, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu potensi yang mulai berkembang adalah sektor UMKM makanan dan usaha rumahan yang tumbuh di lingkungan warga. Banyak masyarakat memanfaatkan halaman rumah maupun usaha kecil keluarga untuk menopang ekonomi sehari-hari. Produk kuliner tradisional hingga jajanan modern mulai bermunculan dan menjadi penggerak ekonomi tingkat kelurahan.

Selain itu, Antirogo juga memiliki potensi pertanian dan peternakan skala kecil yang masih bertahan di tengah perkembangan kawasan kota. Beberapa warga masih memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam, budidaya ikan, maupun usaha ternak mandiri.

Menurut Teguh, kondisi tersebut bisa menjadi kekuatan tersendiri apabila dikembangkan menjadi konsep ketahanan pangan berbasis lingkungan masyarakat. “Kami ingin potensi lokal ini terus tumbuh. Ketika masyarakat bisa mandiri secara ekonomi dari lingkungannya sendiri, dampaknya akan sangat baik bagi kesejahteraan warga,” katanya.

Tidak hanya itu, Antirogo juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata berbasis kampung dan ruang hijau. Keberadaan jalan lingkungan yang masih rindang, area persawahan di beberapa titik, hingga suasana kampung yang tenang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat perkotaan.

Pemerintah kelurahan saat ini juga terus mendorong kegiatan masyarakat yang melibatkan pemuda dan kelompok warga agar mampu menciptakan inovasi kampung kreatif. Sejumlah kegiatan sosial, olahraga, kerja bakti lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan menjadi bagian dari penguatan identitas wilayah.

Teguh menambahkan, ke depan Antirogo tidak hanya ingin dikenal sebagai wilayah permukiman biasa, melainkan kawasan yang memiliki ciri khas dan nilai ekonomi masyarakat yang kuat.

“Kami ingin Antirogo tumbuh dengan identitasnya sendiri. Potensinya banyak, tinggal bagaimana semua elemen masyarakat bergerak bersama untuk mengelolanya menjadi kekuatan ekonomi dan sosial,” pungkasnya. (dan)

Galeri Foto