Kekeringan Berlanjut, BPBD Jember Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 77 KK di Kalisat
- 03 September 2026
- Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Berlanjut, BPBD Jember Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 77 KK di Kalisat
JEMBER, 03 SEPTEMBER 2026 – Dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Sebanyak 77 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring kembali mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Kamis 03 September 2026.
Distribusi kali ini menjadi penyaluran air bersih ke-23 di wilayah tersebut. Sebanyak 5.000 liter air bersih kembali disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Berdasarkan hasil asesmen pada Kamis (3/9/2026), kebutuhan air bersih tersebar di sejumlah titik. Di Dusun Kidul, terdapat sekitar 20 KK dari total 145 KK di RT 01/RW 08 yang membutuhkan bantuan air bersih. Sementara di RT 01/RW 06, terdapat sekitar 15 KK dari total 25 KK.
Kebutuhan serupa juga ditemukan di Dusun Karangpring. Di RT 02/RW 01, sekitar 22 KK dari total 220 KK membutuhkan pasokan air bersih. Sedangkan di RT 03/RW 01, terdapat sekitar 20 KK dari total 80 KK yang terdampak.
Dengan demikian, total masyarakat yang membutuhkan dukungan air bersih di dua dusun tersebut mencapai kurang lebih 77 KK.
Kondisi tersebut merupakan dampak dari musim kemarau yang menyebabkan sumber air warga mengalami keterbatasan. Hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember kemudian merekomendasikan adanya distribusi air bersih secara berkala untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan distribusi dilakukan setelah adanya permohonan dari Pemerintah Desa Sumberjeruk serta mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
TRC BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB. Petugas kemudian melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah tandon yang telah tersedia serta kepada masyarakat di titik-titik terdampak.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dalam kegiatan tersebut. Setelah seluruh proses distribusi selesai, tim kembali ke Mako BPBD Jember sekitar pukul 19.00 WIB.
TRC BPBD Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara berkelanjutan karena kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak masih ada.
“Distribusi ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan. Karena kebutuhan masih ada, pasokan air perlu dilakukan secara berkala sesuai hasil asesmen di lapangan,” ujar Rezha.
Ia menjelaskan, distribusi air bersih juga menjadi bagian dari respons BPBD terhadap kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember.
“Setiap titik memiliki jumlah warga yang membutuhkan berbeda-beda. Karena itu, asesmen tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi terkini dan menentukan kebutuhan distribusi berikutnya,” katanya.
Dengan penyaluran pada Kamis tersebut, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan BPBD Jember hingga 3 September 2026 mencapai 115.000 liter.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di lokasi terdampak dilakukan kembali setiap tiga hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter. Pola distribusi tersebut akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Seluruh kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala. BPBD bersama perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak dapat tertangani selama musim kemarau.
Kondisi kekeringan yang masih berlangsung menjadi perhatian bersama. Selain bantuan air bersih, pemantauan dan asesmen secara berkala diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sesuai perkembangan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat. (bob)