Kekeringan di Dusun Rowo Jember, BPBD Distribusikan 15.000 Liter Air Bersih
- 29 September 2026
- Dibaca 92 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan di Dusun Rowo Jember, BPBD Distribusikan 15.000 Liter Air Bersih
JEMBER, 29 September 2026 — Sebanyak 80 keluarga di Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air di sekitar sungai yang berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih warga semakin sulit dipenuhi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kemudian kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut pada Senin, 28 September 2026. Bantuan ini merupakan distribusi air bersih ke-3 untuk penanganan dampak kekeringan di Dusun Rowo.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih. Air tersebut didistribusikan ke empat tandon BPBD yang telah tersedia dan dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Distribusi air bersih ini dilakukan karena sumur warga sudah mengering dan sumber air yang biasa digunakan warga cukup jauh,” kata Parmuji, anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.
Menurut dia, kondisi kekeringan juga berdampak pada ketersediaan air di Sumur Bor milik Pondok Pesantren At Thohiriyah. Debit sumur bor tersebut kini ikut mengecil sehingga pasokan air yang tersedia bahkan belum mencukupi kebutuhan pondok pesantren.
Berdasarkan laporan BPBD Jember, warga yang membutuhkan bantuan air bersih berada di RT 02 RW 14 sebanyak 40 keluarga dan RT 01 RW 16 sebanyak 40 keluarga. Dengan demikian, total terdapat 80 keluarga terdampak.
Penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan surat permohonan Kepala Desa Mrawan Nomor 005/29/35.09.26.2001/2026 tentang permohonan bantuan air bersih.
Hingga Senin, total air bersih yang telah didistribusikan BPBD Jember di lokasi tersebut mencapai 15.000 liter. BPBD merekomendasikan penyaluran air bersih dilakukan setiap dua hari sekali, baik oleh BPBD Kabupaten Jember maupun BPBD Provinsi Jawa Timur, selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, sekretaris desa, kepala dusun, ketua RT/RW, serta warga. Penyaluran berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala.(tgh)