Kekeringan Melanda 142 KK di Bintoro Jember, BPBD Salurkan 5.000 Liter Air Bersih
- 22 September 2026
- Dibaca 123 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda 142 KK di Bintoro Jember, BPBD Salurkan 5.000 Liter Air Bersih
JEMBER, 22 September 2026 — Sebanyak 142 keluarga di Lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut, Selasa, 22 September 2026.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih dalam kegiatan distribusi ke-8. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.
“Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permohonan dari Kelurahan Bintoro serta rekomendasi TRC BPBD berdasarkan hasil asesmen pada 31 Agustus 2026,” kata Septa Tri Satya Budi, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.
Septa menjelaskan, warga terdampak tersebar di dua wilayah. Sebanyak 110 keluarga berada di RT 01 RW 11, sedangkan 32 keluarga lainnya berada di RT 03 RW 10 Lingkungan Plalangan. Dengan demikian, total terdapat 142 keluarga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Petugas BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 17.00 WIB dan tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW, petugas kemudian menyalurkan air bersih kepada warga sekaligus mengisi sejumlah tandon yang telah tersedia di lokasi.
“BPBD juga telah menyediakan empat tandon dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter untuk mendukung penampungan air bersih bagi warga,” ujar Septa.
Menurut Septa, distribusi pada Selasa tersebut menambah jumlah bantuan air bersih yang telah disalurkan ke wilayah terdampak. Hingga 22 September 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 40.000 liter.
Kegiatan distribusi selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, BPBD berkoordinasi dengan perangkat RT/RW dan warga setempat. Tidak terdapat kendala dalam proses pendistribusian air bersih.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih ke wilayah terdampak dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali, selama kebutuhan air bersih warga masih belum terpenuhi.
Septa mengatakan, pola distribusi tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga yang terdampak kekeringan, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sumber air.
Bantuan air bersih ini menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Jember dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.(tgh)