Kekeringan Melanda Baratan Timur, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 90 KK
- 28 Agustus 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Baratan Timur, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 90 KK
JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jumat 28 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
Distribusi air bersih ini merupakan penyaluran pertama di wilayah Baratan Timur, sebagai tindak lanjut atas surat permohonan dari Kelurahan Baratan mengenai permintaan bantuan air bersih. Berdasarkan hasil informasi dan asesmen kondisi lapangan, sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) membutuhkan dukungan pasokan air bersih.
Warga yang terdampak tersebar di dua wilayah. Di RT 02/RW 09, dari sekitar 150 KK, sebanyak 40 KK membutuhkan air bersih. Sementara di RT 03/RW 09, sekitar 50 KK dari total 200 KK membutuhkan bantuan air bersih.
Kondisi kekeringan mulai dirasakan warga sejak Agustus 2026. Di wilayah tersebut, RT 02 dan RT 03 RW 09 belum memiliki jaringan pipanisasi. Sebagian besar sumur warga mulai mengering dan kondisi air yang tersisa juga mengalami perubahan kualitas menjadi keruh.
Sumber air alternatif berupa sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman juga tidak dapat diandalkan karena telah mengering dan tidak layak digunakan. Akibatnya, sebagian masyarakat harus membeli air galon atau mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bantuan air bersih menjadi semakin mendesak, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama musim kemarau.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, dan masyarakat sebelum melaksanakan distribusi air bersih.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke empat unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter milik BPBD yang telah tersedia di lokasi. Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan serta pentingnya menghemat dan mengelola penggunaan air secara bijak.
TRC BPBD Jember, Yudha Aditya Dwi Cahya, mengatakan distribusi dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur banyak yang mengering dan sumber air alternatif juga tidak dapat digunakan. Karena itu, bantuan air bersih ini kami salurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Yudha.
Menurutnya, keberadaan tandon di lokasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses distribusi sehingga bantuan air dapat ditampung dan dimanfaatkan oleh warga secara lebih teratur.
Saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Untuk mendukung penyaluran berikutnya, di RT 03/RW 09 telah tersedia pangkon tandon di halaman rumah warga, sedangkan di RT 02/RW 09 tersedia dua tandon berkapasitas 1.200 liter beserta pangkonnya. Secara keseluruhan, BPBD telah menyediakan empat unit tandon di lokasi terdampak.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali selama kebutuhan masyarakat masih tinggi. Penanganan juga akan dikoordinasikan dengan pihak terkait guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi berlanjut.
Kegiatan distribusi selesai pada pukul 17.00 WIB. Seluruh rangkaian penanganan berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala.
BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air selama musim kemarau serta segera berkoordinasi dengan perangkat kelurahan apabila kondisi sumber air semakin menurun. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat. (bob)