logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

KTP Pertama Tanpa Ribet, Cerita Remaja Kaliwates Merasakan Manfaat Monalisa

  • 23 Mei 2026
  • Dibaca 113 Kali
Bagikan Via:
ktp-pertama-tanpa-ribet-cerita-remaja-kaliwates-merasakan-manfaat-monalisa-20260523

KTP Pertama Tanpa Ribet, Cerita Remaja Kaliwates Merasakan Manfaat Monalisa

JEMBER, 23 MEI 2026 - Program pelayanan administrasi kependudukan keliling J-Monalisa (Mobil Pelayanan Keliling Sadar Adminduk) kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Kali ini, sejumlah remaja yang baru pertama kali melakukan perekaman KTP elektronik mengaku terbantu dengan hadirnya layanan tersebut di halaman Masjid Baiturrohman, Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Kedung Piring, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Sabtu 23 Mei 2026.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan untuk memanfaatkan layanan perekaman KTP elektronik yang digelar lebih dekat dengan lingkungan masyarakat. Program Monalisa yang menghadirkan pelayanan jemput bola itu dinilai mampu mempermudah warga, khususnya para remaja usia pemula yang baru memasuki usia wajib KTP.

Salah satunya dirasakan oleh Ghibran, remaja berusia 18 tahun yang mengaku sangat terbantu dengan lokasi pelayanan yang dekat dari rumahnya. Menurutnya, keberadaan layanan Monalisa membuat dirinya tidak perlu pergi jauh ke kantor Dispendukcapil untuk melakukan perekaman KTP elektronik.

“Menurut saya program Monalisa ini sangat membantu karena saya tidak perlu jauh-jauh ke Dispenduk untuk melakukan rekaman KTP. Bagi saya yang masih berumur 18 tahun program ini sangat memudahkan, karena jarak rumah saya ke sini, ke Masjid Baiturrohman, sangat dekat, hanya sekitar dua menitan daripada saya harus ke Dispenduk yang jaraknya lumayan jauh, sedangkan saya masih belum punya SIM,” ujar Ghibran.

Kemudahan akses tersebut menjadi nilai penting bagi masyarakat, terutama bagi kalangan remaja yang belum memiliki kendaraan pribadi maupun pengalaman mengurus administrasi kependudukan sendiri. Kehadiran pelayanan di tengah lingkungan warga dinilai mampu menghemat waktu, tenaga, serta biaya transportasi.

Hal serupa juga dirasakan Zakiya, warga berusia 18 tahun yang turut melakukan perekaman KTP elektronik di lokasi tersebut. Ia mengaku puas dengan pelayanan petugas yang dinilai ramah dan komunikatif selama proses berlangsung.

“Menurut dari segi pelayanannya sangat ramah dan kita diarahkan dengan sangat jelas. Tidak ada unsur mempersulit sedikitpun. Ketika saya tidak tahu harus ke mana, saya langsung diarahkan oleh petugas,” kata Zakiya.

Baginya, pelayanan yang baik membuat masyarakat merasa nyaman saat mengurus dokumen administrasi kependudukan. Terlebih bagi warga yang baru pertama kali melakukan perekaman KTP elektronik, arahan petugas menjadi hal yang sangat membantu agar proses berjalan lancar.

Tidak hanya memberikan apresiasi, Zakiya juga berharap program Monalisa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.

“Dan harapan saya program ini bisa berkelanjutan dan lebih menyeluruh lagi agar bisa membantu lebih banyak masyarakat lagi,” tambahnya.

Melalui program Monalisa, pelayanan administrasi kependudukan kini semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran layanan jemput bola tersebut tidak hanya mempermudah proses pembuatan KTP elektronik, tetapi juga memberikan pengalaman pelayanan publik yang lebih cepat, ramah, dan mudah diakses oleh warga, khususnya generasi muda yang baru pertama kali mengurus identitas kependudukan mereka. (anr)

Galeri Foto