logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dinkes PPKB Jember Tingkatkan Kapasitas Petugas Surveilans melalui Penyusunan Peta Risiko KLB

  • 19 Juni 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
dinkes-ppkb-jember-tingkatkan-kapasitas-petugas-surveilans-melalui-penyusunan-peta-risiko-klb-20260620

Dinkes PPKB Jember Tingkatkan Kapasitas Petugas Surveilans melalui Penyusunan Peta Risiko KLB

JEMBER, 19 JUNI 2026 - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember terus memperkuat program surveilans epidemiologi melalui kegiatan Refreshment Petugas Surveilans Puskesmas terkait Pembuatan Peta Risiko Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 17 hingga 18 Juni 2026 di Bakorwil V Jember ini merupakan upaya untuk mendukung program surveilans epidemiologi, khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa di wilayah Kabupaten Jember.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, M.Kes. Dalam kesempatan tersebut, Dinkes PPKB Kabupaten Jember menghadirkan seluruh petugas surveilans puskesmas se-Kabupaten Jember sebagai peserta agar memiliki pemahaman dan kemampuan yang sama dalam menyusun peta risiko KLB di wilayah kerja masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Dinkes PPKB Kabupaten Jember berupaya meningkatkan kapasitas petugas surveilans dalam mengidentifikasi daerah yang memiliki potensi terjadinya KLB. Peta risiko tersebut nantinya akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan dan penyusunan strategi pencegahan penyakit secara lebih tepat sasaran.

Penanggung jawab Program Surveilans Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Riski Bagus Bayu Saputro, S.KM menyampaikan bahwa ke depan seluruh petugas surveilans puskesmas diharapkan mampu menyusun peta risiko KLB berdasarkan kondisi di wilayah kerja masing-masing. Menurutnya, terdapat sejumlah wilayah yang memiliki potensi risiko terjadinya KLB sehingga perlu dipetakan secara sistematis.

“Harapan ke depan seluruh petugas surveilans puskesmas dapat membuat peta risiko KLB sesuai wilayah kerjanya masing-masing. Dengan adanya pemetaan ini, kita dapat mengetahui wilayah yang berpotensi mengalami KLB sehingga langkah pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan lebih dini,” ujarnya.

Selain itu, Dinkes PPKB Kabupaten Jember juga mendorong agar peta risiko KLB tersebut dapat dimasukkan ke dalam Buletin Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) puskesmas. Dengan demikian, ketika buletin dipublikasikan, para pemegang kebijakan dan pemangku kepentingan dapat memahami sebaran kasus potensial KLB di wilayah masing-masing. Informasi tersebut diharapkan mampu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif guna memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan potensi KLB di Kabupaten Jember.

Galeri Foto