Kekeringan Melanda Baratan Timur Jember, 200 KK Bergantung pada Bantuan Air Bersih
- 30 September 2026
- Dibaca 106 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Baratan Timur Jember, 200 KK Bergantung pada Bantuan Air Bersih
JEMBER, 30 September 2026 — Kekeringan yang melanda Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, membuat sekitar 200 keluarga membutuhkan bantuan air bersih. Kondisi tersebut terjadi sejak Agustus 2026, ketika sumur warga mulai mengering dan sumber air di sekitar permukiman tidak lagi dapat diandalkan.
Agen BPBD Jawa Timur yang ditugaskan di BPBD Kabupaten Jember, Rizal Purnama, mengatakan distribusi air bersih kembali dilakukan pada Selasa, 29 September 2026. Bantuan tersebut merupakan distribusi air bersih ke-17 sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.
“Sebagian besar sumur warga mulai mengering. Air yang tersisa juga keruh. Sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman turut mengering sehingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Rizal.
Menurut dia, kondisi paling terdampak berada di sejumlah wilayah RT, yakni RT 02 dan RT 03 RW 09 serta RT 02 dan RT 03 RW 11. Warga yang membutuhkan air bersih mencapai sekitar 200 KK.
Rinciannya, sekitar 40 KK di RT 02/RW 09 membutuhkan air dari total sekitar 150 KK, sedangkan di RT 03/RW 09 terdapat sekitar 50 KK yang membutuhkan bantuan dari total sekitar 200 KK. Sementara di RT 02/RW 11 terdapat sekitar 80 KK dan RT 03/RW 11 sekitar 30 KK yang membutuhkan air bersih.
“Sebagian warga terpaksa membeli air galon atau mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer,” ujar Rizal.
Distribusi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan. Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan dan ditempatkan pada tandon BPBD yang telah tersedia di lokasi.
Selain distribusi air, petugas melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, dan warga serta memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan.
Di lokasi saat ini tersedia tujuh tandon BPBD berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Tandon tersebut tersebar di beberapa titik RT 02 dan RT 03 RW 09 serta RW 11.
Rizal mengatakan distribusi air bersih direkomendasikan dilakukan sebanyak 10.000 liter setiap dua hari sekali selama kebutuhan warga masih berlangsung. Penanganan lanjutan juga perlu dikoordinasikan dengan dinas terkait, terutama untuk mengatasi persoalan ketersediaan sumber air dan jaringan pipanisasi.
“Kegiatan berjalan aman, lancar dan kondusif. Tidak ada kendala dalam pelaksanaan distribusi,” kata Rizal.
Penanganan kekeringan di Baratan Timur tersebut mengacu pada SK Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta menindaklanjuti permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Baratan.(tgh)