Kekeringan Meluas di Pakusari, BPBD Jember Salurkan Air dan Lima Tandon
- 10 Oktober 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Meluas di Pakusari, BPBD Jember Salurkan Air dan Lima Tandon
JEMBER, 10 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus mengintensifkan penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Pada Jumat (9/10/2026) malam, BPBD Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Subo, Kecamatan Pakusari, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Dalam kegiatan distribusi bantuan air bersih ke-5 tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember menyalurkan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih. Bantuan didistribusikan ke sejumlah tandon penampungan yang tersedia di empat dusun terdampak, yakni Dusun Kaliwining, Karang Duren, Sanggar, dan Karang Sadang.
Narasumber dari TRC BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, menjelaskan bahwa tim mulai bergerak menuju lokasi pada pukul 21.30 WIB dan tiba di wilayah terdampak sekitar pukul 22.40 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo dan unsur masyarakat untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar serta sesuai kebutuhan warga.
Berdasarkan pendataan, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di empat dusun tersebut terdampak kekeringan dan membutuhkan dukungan pemenuhan air bersih. Rinciannya, sebanyak 60 KK berada di Dusun Kaliwining RT 02/RW 06, 30 KK di Dusun Karang Duren RT 02/RW 09, 30 KK di Dusun Sanggar RT 02/RW 01, serta 30 KK di Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04.
Kekeringan di Desa Subo terjadi seiring musim kemarau yang melanda Kabupaten Jember sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan sumur-sumur milik warga mulai mengering sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk mendapatkan air bersih, sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai yang berjarak sekitar 800 meter dari permukiman. Sementara itu, sebagian warga lainnya harus membeli air dalam kemasan galon untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena wilayah terdampak belum memiliki jaringan pipanisasi yang dapat menunjang distribusi air bersih secara memadai.
Selain menyalurkan air bersih, BPBD Jember juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bencana kekeringan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman warga terhadap dampak musim kemarau serta pentingnya menjaga ketersediaan air bersih selama periode kekeringan berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember turut menyalurkan lima unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Keberadaan tandon tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan tempat penampungan air sehingga distribusi bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih efektif.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Babinsa Subo, Kepala Desa Subo, kepala dusun, perangkat RT/RW, serta warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan tanpa kendala berarti.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali di wilayah terdampak, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi ketersediaan air. Selain itu, kondisi kekeringan tersebut perlu diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BPBD Jember dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau. Melalui distribusi air bersih, penyediaan tandon, serta koordinasi lintas unsur, diharapkan beban masyarakat terdampak dapat berkurang dan kebutuhan air bersih di Desa Subo tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung. (bob)