logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Kelurahan Kebonsari Asesmen Tiga Anak Tidak Sekolah, Siapkan Rekomendasi ke Sekolah Rakyat

  • 13 Oktober 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
kelurahan-kebonsari-asesmen-tiga-anak-tidak-sekolah-siapkan-rekomendasi-ke-sekolah-rakyat-20261013

Kelurahan Kebonsari Asesmen Tiga Anak Tidak Sekolah, Siapkan Rekomendasi ke Sekolah Rakyat

JEMBER, 13 OKTOBER 2026 – Tiga anak berusia 7, 10, dan 13 tahun di RT 01 RW 09, Lingkungan Sumberdandang, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menjadi sasaran asesmen lintas sektor setelah dilaporkan tidak bersekolah dan diduga mengalami kekurangan gizi. Pemerintah Kelurahan Kebonsari bersama sejumlah instansi terkait turun langsung ke RT 01 RW 09 pada Selasa 13 Oktober 2026 untuk mengklarifikasi kondisi keluarga sekaligus menyiapkan langkah penanganan.

Asesmen tersebut melibatkan Lurah Kebonsari Edy Hariyanto, Kasi PMKS Endro Sugiyanto, tim kesehatan Puskesmas Gladakpakem, Babinsa, Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), kepala lingkungan Sumberdandang, serta Tim Layanan Responsif Terpadu (TLRT) Kelurahan Kebonsari, dan RT setempat. Kegiatan ini menindaklanjuti laporan ketua RT mengenai dugaan penelantaran anak oleh orang tua kandung.

Kasi PMKS Kelurahan Kebonsari, Endro Sugiyanto, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memeriksa kondisi anak secara langsung dan mengklarifikasi permasalahan yang dilaporkan, termasuk status anak tidak sekolah (ATS) serta kemungkinan perlunya penanganan sebagai anak terlantar.

“Melalui asesmen bersama ini, kami ingin memastikan kondisi anak dan kebutuhan penanganannya berdasarkan temuan di lapangan. Hasilnya menjadi bahan koordinasi untuk menentukan langkah lanjutan, terutama terkait perlindungan, kesehatan, dan pemenuhan hak pendidikan anak,” ujar Endro.

Dalam asesmen awal, tim mendapati ketiga anak tersebut tidak bersekolah dan memiliki kondisi fisik yang terlihat kurus. Mereka juga dilaporkan mengalami ketakutan terhadap ayahnya sehingga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis. Dugaan kekurangan gizi dan kondisi psikologis tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan serta pendampingan oleh pihak yang berwenang.

Berdasarkan informasi awal, kedua orang tua telah bercerai. Ibu mereka bekerja di luar negeri dan disebut masih mengirimkan uang untuk kebutuhan anak melalui tetangga. Sementara itu, kondisi pengasuhan di rumah menjadi salah satu hal yang perlu ditelusuri lebih lanjut dalam proses penanganan.

Lurah Kebonsari Edy Hariyanto mengatakan, salah satu langkah yang direncanakan ialah mengusulkan ketiga anak tersebut untuk mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Program itu dipertimbangkan karena menyediakan pendidikan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.

“Kami ingin anak-anak ini mendapatkan kesempatan untuk bersekolah dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. Karena itu, kami menyiapkan rekomendasi ke Sekolah Rakyat dengan tetap memperhatikan hasil asesmen, kebutuhan anak, serta koordinasi dengan pihak terkait,” kata Edy.

Menurut Edy, ayah ketiga anak secara garis besar telah menyetujui rencana tersebut. Namun, komunikasi lanjutan dengan anak-anak dan keluarga masih diperlukan sebelum keputusan akhir diambil.

Pemerintah kelurahan bersama instansi terkait selanjutnya perlu mengoordinasikan pemeriksaan kesehatan dan gizi, pendampingan psikologis, serta proses akses pendidikan. Langkah ini diharapkan memastikan keselamatan dan pemenuhan hak ketiga anak menjadi prioritas dalam penanganan kasus tersebut. (aji)

Galeri Foto