logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Antirogo, BPBD Jember Asesmen Kebutuhan Bantuan untuk 50 KK

  • 05 Agustus 2026
  • Dibaca 239 Kali
Bagikan Via:
kemarau-picu-krisis-air-bersih-di-antirogo-bpbd-jember-asesmen-kebutuhan-bantuan-untuk-50-kk-20260806

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Antirogo, BPBD Jember Asesmen Kebutuhan Bantuan untuk 50 KK

JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen dampak kekeringan di Lingkungan Pelinggian RT 02 RW 08, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Rabu, 05 Agustus 2026. Asesmen dilakukan setelah puluhan kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau yang telah berlangsung sejak Juli 2026.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sejak pukul 11.15 WIB dan tiba sekitar 10 menit kemudian. Bersama perangkat Kelurahan Antirogo dan Ketua RW setempat, petugas melakukan pendataan, pengecekan kondisi sumur warga, serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Hasil asesmen menunjukkan sedikitnya 50 kepala keluarga terdampak kekeringan. Wilayah tersebut hingga kini belum memiliki jaringan pipanisasi, sehingga seluruh kebutuhan air bersih masyarakat bergantung pada sumur gali. Namun, hampir seluruh sumur warga dengan kedalaman sekitar 10 meter telah mengering sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk keperluan mandi dan mencuci. Sementara untuk memenuhi kebutuhan lainnya, warga harus berjalan sekitar 600 meter menuju sungai terdekat. Situasi ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Tim Reaksi Cepat BPBD Jember, Teguh Adi Prasetyo, mengatakan asesmen dilakukan sebagai dasar penentuan langkah penanganan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Melalui asesmen ini kami memperoleh gambaran kondisi riil di lokasi terdampak. Hasil pendataan akan menjadi dasar pelaksanaan distribusi bantuan air bersih agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung," ujar Teguh.

BPBD Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali ke lokasi terdampak. Sebagai tindak lanjut, pihak Kelurahan Antirogo bersama masyarakat juga akan menyiapkan pangkon atau dudukan untuk dua unit tandon air yang akan ditempatkan di pekarangan rumah warga, yakni di kediaman Bu Sumarni dan Pak Muzammil, sehingga distribusi air nantinya dapat dilakukan lebih efektif dan menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Teguh menambahkan, koordinasi antara BPBD, pemerintah kelurahan, dan masyarakat akan terus dilakukan agar penanganan dampak kekeringan berjalan cepat dan tepat sasaran. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat hingga musim kemarau berakhir.

BPBD Jember juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana serta segera melaporkan apabila wilayah lain mulai mengalami kesulitan air bersih, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin guna meminimalkan dampak kekeringan. (tgh)

Galeri Foto